Pengeluaran Makanan Bisa Capai 50% Pendapatan di 2050
Studi global memprediksi penduduk berpenghasilan rendah harus mengalokasikan hingga separuh pendapatan untuk kebutuhan pangan pada 2050 akibat dampak iklim, ekonomi, dan ketimpangan sosial.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 12.03 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 59x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Proyeksi masa depan menunjukkan bahwa masyarakat dengan pendapatan rendah di berbagai wilayah dunia kemungkinan besar akan menghabiskan hingga 50 persen dari total penghasilan mereka hanya untuk membeli makanan pada tahun 2050. Prediksi ini muncul dari analisis mendalam terhadap tren global yang melibatkan perubahan iklim, fluktuasi harga energi, pertumbuhan populasi, serta ketidakseimbangan produksi pangan. Faktor-faktor ini berinteraksi secara kompleks dan berdampak tidak merata terhadap berbagai kelas sosial.
Dalam skenario terburuk, penduduk dari kawasan berpenghasilan rendah hanya mengalokasikan sekitar 5 persen pendapatan untuk kebutuhan makanan, sementara kelompok berpenghasilan tinggi di wilayah yang sama masih mampu mempertahankan angka tersebut di bawah lima persen. Hal ini menunjukkan kesenjangan yang semakin lebar dalam akses terhadap sumber daya dasar. Jennifer Morris, salah satu peneliti dari Pusat Sains dan Strategi Keberlanjutan MIT, menekankan bahwa alokasi sebesar setengah penghasilan untuk makanan dapat mengancam stabilitas kehidupan secara menyeluruh.
Penelitian ini menggunakan model Global Change Analysis Model (GCAM) versi 7.1, yang menganalisis interaksi antara ekonomi, energi, air, lahan, dan iklim secara komprehensif. Dalam simulasi, dilakukan peninjauan terhadap 3.735 skenario berbeda dengan variasi dari 12 faktor utama, meliputi kondisi sosioekonomi, kebijakan konservasi lahan, produksi pangan, harga komoditas, serta dampak suhu terhadap energi dan air. Model ini membagi dunia ke dalam 32 wilayah, 235 cekungan air, dan 384 zona penggunaan lahan untuk memperkuat akurasi proyeksi.
Krisis pangan diperkirakan paling intens di sejumlah wilayah Afrika sub-Sahara, sementara krisis energi akan paling terasa oleh masyarakat berpenghasilan rendah di Asia, Eropa Timur, dan Timur Tengah. Meski terdapat ketidakpastian dalam prediksi, para peneliti menekankan pentingnya memahami dinamika ini untuk perencanaan kebijakan. Gi Joo Kim dari Tulane University menyarankan agar pembuat kebijakan mempertimbangkan kombinasi faktor spesifik yang berpotensi memperburuk kerentanan di setiap wilayah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Festival Jajanan Bango 2026 digelar di Hutan Kota GBK Jakarta, menampilkan lebih dari 50 pelaku UMKM kuliner untuk memperluas akses pasar dan memperkuat ekosistem kreatif generasi muda.
24 Oktober 2026

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Kreator makanan Nex Carlos menikmati beragam sajian unik dari Festival Jajanan Bango 2026, menyoroti keberhasilan paduan rasa lokal dan global dalam kreasi kuliner modern.
24 Oktober 2026

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Nilai ekspor kecap asal Indonesia mencapai 18,81 juta dolar AS pada periode Januari hingga Agustus 2026, menunjukkan pertumbuhan signifikan di pasar global.
24 Oktober 2026

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Suhu penyajian kopi tidak menentukan manfaat kesehatannya, namun metode penyeduhan dan jenis biji berdampak pada kandungan kafein dan antioksidan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

14 Lokasi Piknik Unik yang Menyuguhkan Sejarah dan Keindahan Tak Biasa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

