Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pengguna Indonesia Pilih Browser dengan Fitur Privasi dan Hemat Data

Survei menunjukkan dominasi browser berfitur VPN dan pemblokir iklan di kalangan pengguna Indonesia, didorong kebutuhan privasi, efisiensi data, dan akses cepat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 32x dibuka
Pengguna Indonesia Pilih Browser dengan Fitur Privasi dan Hemat Data📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebanyak enam dari sepuluh responden di Indonesia mengungkapkan menggunakan aplikasi peramban tertentu untuk menonton konten video pendek dan serial daring, terutama saat berada di jaringan publik. Kebiasaan ini didukung oleh fitur-fitur unggulan seperti layanan jaringan pribadi virtual (VPN) dan pemblokir iklan yang terintegrasi secara bawaan. Survei yang melibatkan lebih dari 2.000 peserta menyoroti preferensi terhadap peramban yang menawarkan perlindungan privasi tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan.

Keberadaan fitur VPN menjadi salah satu alasan utama pengguna memilih platform tersebut, dengan sekitar 58 persen responden menyadari keberadaan fitur tersebut. Pengguna juga menilai pentingnya kecepatan akses dan efisiensi penggunaan data, terutama saat menjelajah internet melalui Wi-Fi umum. Menurut perwakilan produk peramban tersebut, pasar Indonesia terus menjadi acuan penting dalam pengembangan fitur yang menekankan keamanan digital dan pengalaman pengguna yang mulus.

Integrasi fitur seperti pemblokir iklan, VPN, dan kemampuan berbasis kecerdasan buatan (AI) dirancang untuk memudahkan pengguna dalam mengakses informasi tanpa gangguan. Fitur AI memungkinkan pengguna merangkum teks, menerjemahkan konten, serta menyaring informasi secara otomatis. Dengan begitu, pengguna tidak perlu beralih ke aplikasi lain untuk menyelesaikan tugas digital harian.

Namun, peningkatan fungsi peramban juga menimbulkan pertanyaan terkait pengolahan data pribadi. Perusahaan menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan data dan memberikan kendali penuh kepada pengguna atas informasi mereka. Privasi, menurut perusahaan, harus menjadi fondasi utama dalam desain produk digital, bukan sekadar tambahan.

Data dari laporan Digital 2025: Indonesia menunjukkan rata-rata warga Indonesia menghabiskan 4 jam 38 menit per hari menggunakan perangkat mobile untuk akses internet. Sebanyak 71,93 persen dari total lalu lintas web berasal dari perangkat seluler, menegaskan dominasi smartphone dalam kehidupan digital masyarakat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya