Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Penikaman di Supermarket Incheon, Satu Tewas dan Tujuh Luka-Luka

Seorang pria mengalami henti jantung dan tujuh lainnya luka-luka akibat penikaman di supermarket Incheon, Korea Selatan, pada Selasa (13/10), dengan pelaku telah ditangkap.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 17.39 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 157x dibuka
Penikaman di Supermarket Incheon, Satu Tewas dan Tujuh Luka-Luka📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Peristiwa penikaman terjadi di sebuah supermarket di Kota Incheon, Korea Selatan, pada Selasa, 13 Oktober, menyebabkan satu korban mengalami henti jantung dan tujuh orang lainnya mengalami luka-luka ringan hingga berat. Petugas darurat langsung diterjunkan ke lokasi untuk menangani korban, sementara tim kepolisian setempat segera menangkap seorang pria yang diduga sebagai pelaku.

Korban yang mengalami henti jantung sempat diberikan pertolongan pertama di tempat kejadian, namun kondisinya tetap kritis dan tidak berhasil diselamatkan. Sementara itu, tujuh korban lainnya dibawa ke rumah sakit terdekat untuk perawatan medis lebih lanjut. Petugas kepolisian menyatakan bahwa insiden bermula dari ketegangan yang muncul di dalam toko sebelum pelaku melakukan serangan menggunakan senjata tajam.

Meskipun Korea Selatan dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat keamanan tinggi di dunia, insiden semacam ini menimbulkan kekhawatiran baru di tengah masyarakat. Berdasarkan data resmi tahun 2021, tingkat kejahatan pembunuhan di negara itu hanya 1,3 kasus per 100.000 penduduk, jauh lebih rendah dari rata-rata global yang mencapai sekitar enam kasus per 100.000 penduduk. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, negara ini mencatat sejumlah kejadian serangan kekerasan yang melibatkan senjata tajam.

Pada Mei 2025, seorang pria menikam tiga petugas kepolisian, sementara pada September tahun yang sama, tiga orang tewas akibat penikaman di sebuah restoran pizza di Seoul. Insiden terbaru di Incheon kembali menyoroti kerentanan tempat umum terhadap ancaman kekerasan, meski masih sangat langka dibandingkan dengan negara lain. Pihak berwenang kini memperkuat patroli di area komersial dan meningkatkan sistem keamanan di lokasi publik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya