Jumat, 2 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Penipuan SMS Palsu Gunakan Fake BTS, Polisi Bekuk Lima Tersangka

Polisi mengungkap jaringan penipuan melalui SMS palsu dengan modus Fake BTS di sepanjang rute MRT Jakarta, menangkap lima tersangka termasuk teknisi yang merakit perangkat dan pelaku yang menyusun pesan menyesatkan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 17.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Penipuan SMS Palsu Gunakan Fake BTS, Polisi Bekuk Lima Tersangka📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Tim Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya berhasil menggagalkan aksi penipuan massal berbasis SMS palsu yang menggunakan perangkat pemancar sinyal seluler ilegal (Fake BTS) di wilayah Jakarta Selatan. Aksi ini berlangsung di sepanjang rute MRT dari Bundaran HI hingga Blok M, dengan pelaku mengoperasikan alat tersebut dari dalam kendaraan berwarna perak berpelat B 2755 XXX. Penangkapan dilakukan setelah tim penyidik mencurigai gerak-gerik mobil yang bergerak pelan dan berputar-putar di sekitar area strategis.

Dari penggeledahan, petugas mengamankan pengemudi berinisial GM yang sedang mengoperasikan perangkat ilegal tersebut. Setelah pengembangan kasus, ditemukan bahwa GM bekerja atas perintah tersangka NL yang bertugas mencari kendaraan dan pengemudi. Seluruh operasional didanai oleh tersangka AGW, yang menjadi otak di balik jaringan penipuan ini. Penyidik kemudian menangkap dua tersangka lainnya berdasarkan hasil forensik digital.

Tersangka JYI berperan sebagai teknisi yang merakit perangkat Fake BTS ke dalam mobil, sementara AD bertanggung jawab atas pembuatan isi pesan yang digunakan untuk menipu korban. Dari hasil pemeriksaan, pelaku tidak memanfaatkan momen promosi khusus seperti hari belanja atau kampanye perbankan, melainkan mengandalkan templat pesan yang sama untuk mengatasnamakan berbagai lembaga keuangan.

Modus utama penipuan ini terletak pada manipulasi identitas pengirim SMS agar tampak berasal dari instansi resmi. Dengan nama pengirim yang terlihat valid, seperti bank A, B, atau C, banyak korban terkecoh dan mengeklik tautan yang dibawa pesan tersebut. Polisi menegaskan bahwa keberhasilan penipuan ini didukung oleh penyebaran ilmu otodidak dari saluran Telegram, di mana pelaku belajar cara mengirim SMS massal melalui platform digital.

Penangkapan ini menjadi bagian dari upaya pencegahan dini terhadap penyalahgunaan teknologi dalam kejahatan siber. Polisi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap pesan yang meminta data pribadi atau mengandung tautan mencurigakan, terutama yang datang dari nomor yang tampak resmi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya