Jumat, 2 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Qodari Jabat Sekretaris Wantimpres, Gantikan Peran di Bakom

Muhammad Qodari resmi dilantik sebagai sekretaris Dewan Pertimbangan Presiden, menggantikan posisinya sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 17.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Qodari Jabat Sekretaris Wantimpres, Gantikan Peran di Bakom📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Muhammad Qodari secara resmi menjabat sebagai sekretaris Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) dalam pelantikan yang berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat, 2 Oktober 2026. Ia dilantik bersama 23 anggota lainnya melalui Keputusan Presiden Nomor 107/P/2026. Posisi yang diembannya kini menandai pergeseran dari jabatan sebelumnya sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), yang kini ditempati oleh Syahganda Nainggolan.

Pelantikan dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, yang memimpin pengucapan sumpah para anggota Wantimpres. Setiap anggota diminta mengikuti sumpah sesuai keyakinan masing-masing, menegaskan komitmen profesional dan netralitas dalam menjalankan fungsi pertimbangan negara. Qodari, yang sebelumnya dikenal sebagai tokoh komunikasi publik di lingkungan pemerintahan, kini berperan dalam forum strategis yang memberikan masukan kepada kepala negara.

Komposisi Wantimpres yang baru mencerminkan keberagaman latar belakang, meliputi tokoh politik, militer, akademisi, dan tokoh masyarakat. Di antaranya termasuk Pratikno sebagai ketua, Hatta Rajasa sebagai wakil ketua, serta tokoh-tokoh seperti Said Aqil Siradj, Budi Gunawan, dan Rocky Gerung. Penunjukan ini dilakukan setelah hampir dua tahun institusi tersebut kosong pascaakhir masa jabatan Presiden Joko Widodo periode 2019–2024.

Sebelumnya, Wantimpres dipimpin oleh Wiranto dengan anggota seperti Dato Sri Tahir, Soekarwo, dan almarhum Arifin Panigoro. Kini, dengan kehadiran Qodari, struktur dan dinamika forum tersebut mengalami perubahan signifikan, menunjukkan upaya pemerintah memperkuat basis pertimbangan kebijakan melalui keterlibatan tokoh-tokoh berpengalaman dari berbagai bidang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya