Minggu, 27 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Penumpang Telanjang Kaki di Pesawat, Kenyataan yang Memicu Kontroversi Global

Survei menunjukkan 90 persen penumpang menolak keras praktik bertelanjang kaki di kabin pesawat, meski sebagian komunitas tetap mempertahankan kebiasaan ini sebagai bagian dari gaya hidup dan kesehatan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 27 September 2026, 17.31 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
Penumpang Telanjang Kaki di Pesawat, Kenyataan yang Memicu Kontroversi Global📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perilaku melepas alas kaki dan memamerkan kaki telanjang di dalam pesawat terbang kembali menjadi sorotan publik, menunjukkan ketegangan antara kebiasaan pribadi dan norma sosial di ruang terbatas. Banyak penumpang merasa terganggu oleh tindakan ini, terutama saat kaki telanjang menempel pada ruang di depan atau menyentuh permukaan kursi. Fenomena ini telah memicu reaksi keras di berbagai platform digital, di mana video viral menunjukkan penumpang tanpa alas kaki menaruh kaki di dinding kabin atau menyebar ke area penumpang lain.

Hasil survei global yang melibatkan 18 ribu pelancong menunjukkan angka dominan: 90 persen responden menyatakan tidak dapat menerima praktik bertelanjang kaki di pesawat. Angka serupa muncul dari platform Kayak, di mana 76 persen penumpang mengaku tidak nyaman melihat kaki telanjang milik penumpang lain selama penerbangan. Kegaduhan ini tak hanya soal kebersihan, tetapi juga soal batasan ruang pribadi dan penghormatan terhadap lingkungan bersama.

Di sisi lain, komunitas pendukung gaya hidup tanpa alas kaki, terutama di media sosial seperti Reddit, tetap membela kebiasaan mereka. Mereka menyebut praktik ini sebagai bentuk kebebasan pribadi dan kesehatan, termasuk menjaga keseimbangan struktur kaki dan kenyamanan saraf. Salah satu anggota komunitas mengungkapkan strategi menyiasati aturan: mengenakan sandal jepit saat masuk bandara, melepasnya setelah melewati pemeriksaan keamanan, lalu tetap tidak memakai alas kaki hingga akhir penerbangan.

Pihak maskapai memiliki aturan yang berbeda-beda. Tiga maskapai besar Amerika Serikat—American Airlines, Delta, dan United Airlines—secara eksplisit menyatakan hak untuk menolak atau mengusir penumpang yang tidak mengenakan alas kaki. Sebaliknya, maskapai Eropa seperti Air France, Lufthansa, serta Qantas belum mencantumkan larangan spesifik dalam syarat penerbangan mereka, sehingga praktik ini tetap berjalan tanpa sanksi pasti.

Pendukung gaya hidup tanpa alas kaki menegaskan bahwa mereka tidak bermaksud mengganggu, selama tidak melibatkan kontak fisik atau kebersihan yang buruk. Kriss Sands, pengelola blog Born to Live Barefoot, menekankan bahwa alas kaki hanya dipakai saat ada ancaman langsung terhadap kaki, seperti cuaca ekstrem atau bahan berbahaya. Meski demikian, keberadaan kebiasaan ini tetap menjadi isu sensitif di lingkungan penerbangan yang mengedepankan kenyamanan kolektif.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya