Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Penutupan Sementara Jalur Pendakian Gunung Sibayak untuk Pemulihan Ekosistem

Jalur pendakian Gunung Sibayak ditutup mulai 15 Oktober hingga 15 November 2026 untuk pemulihan ekosistem dan penataan infrastruktur jalur.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 15.44 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 175x dibuka
Penutupan Sementara Jalur Pendakian Gunung Sibayak untuk Pemulihan Ekosistem📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui UPTD Taman Hutan Raya Bukit Barisan telah mengeluarkan kebijakan penutupan sementara jalur pendakian Gunung Sibayak. Penutupan berlaku selama dua bulan, dimulai 15 Oktober 2026 hingga 15 November 2026, sebagai bagian dari upaya pemulihan lingkungan dan penataan aksesibilitas jalur pendakian. Keputusan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 100.3.4/1/UPTD TAHURA BB/X/2026 yang dikeluarkan pada 13 Oktober 2026.

Kepala UPTD Taman Hutan Raya Bukit Barisan, Faisal Simangunsong, membenarkan adanya penutupan tersebut dan menegaskan bahwa pembukaan kembali akan dilakukan setelah dilakukan evaluasi terhadap hasil pemulihan ekosistem serta kesiapan infrastruktur jalur. Ia menyampaikan bahwa informasi resmi mengenai kapan jalur dibuka kembali akan disampaikan secara terbuka melalui saluran resmi pengelola kawasan.

Meskipun surat edaran tidak menjelaskan secara rinci jenis kegiatan pemulihan, lokasi pekerjaan, atau bentuk penataan yang akan dilakukan, pengelola menekankan bahwa penutupan ini merupakan langkah strategis untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas wisata dan pelestarian alam. Gunung Sibayak, sebagai destinasi wisata alam unggulan di Kabupaten Karo, memiliki peran penting dalam pelestarian kawasan konservasi khas kawasan Bukit Barisan.

Dalam imbauan resmi yang disebar melalui akun media sosial @gunungsibayakofficial, masyarakat, calon pendaki, dan pengunjung diminta mematuhi larangan masuk selama masa penutupan. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ruang bagi proses pemulihan ekosistem secara optimal serta memastikan keamanan dan kenyamanan saat jalur kembali dibuka. Pengelola menekankan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga kelestarian alam sebagai kebanggaan daerah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya