Pimpinan Masa Depan Harus Berbasis Data dan Ilmu
Menteri Dalam Negeri menekankan pentingnya pendekatan ilmiah dan berbasis data dalam pengambilan keputusan bagi calon pemimpin strategis di lingkungan pemerintahan dan kepolisian.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 05.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengingatkan para peserta Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri agar selalu mempertimbangkan sains dan data dalam setiap kebijakan yang dirancang. Dalam dialog kebangsaan yang digelar di Jakarta, ia menekankan bahwa kemampuan mengolah informasi secara sistematis menjadi fondasi utama bagi pemimpin modern yang dihadapkan pada tantangan kompleks dan dinamis.
Tito menegaskan bahwa pengambilan keputusan tidak boleh didasarkan pada asumsi atau perasaan semata, melainkan harus didukung oleh analisis yang metodologis dan data yang valid. Ia menilai bahwa pendidikan tinggi, khususnya pada jenjang sarjana, bukan hanya soal memperoleh gelar, tetapi lebih pada perubahan pola pikir — dari kebiasaan mengambil keputusan secara emosional menjadi berbasis ilmu dan logika.
Ia menyoroti bahwa semakin tinggi jenjang pendidikan, semakin besar pula tanggung jawab untuk mampu mengumpulkan, menganalisis, dan menarik kesimpulan dari berbagai data. Kemampuan ini, menurut Tito, menjadi modal penting bagi para pemimpin ketika harus menghadapi persoalan di lapangan yang bersifat multidimensi dan berdampak luas. Ia menekankan bahwa kekuasaan semata tidak cukup untuk menjadi pemimpin yang efektif.
Pemimpin yang kuat, menurutnya, harus memiliki visi jelas, mampu menyusun konsep strategis, dan mampu membimbing organisasi menuju tujuan bersama. Ia menyarankan agar para peserta memperluas wawasan dengan membaca berbagai referensi, mempelajari pengalaman orang lain, dan memanfaatkan kesempatan pendidikan di luar negeri. Menurutnya, pendidikan internasional tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memperkaya budaya berpikir dan jaringan profesional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Menhub Minta Maaf Usai Jenguk Korban KM Virgo 8 di Banjarmasin
Menteri Perhubungan menyampaikan permohonan maaf langsung kepada korban selamat kecelakaan KM Virgo 8 saat meninjau kondisi mereka di rumah sakit Banjarmasin.
14 September 2026

Maudy Ayunda Minta Maaf Usai Video Mindfulness Picu Kontroversi
Aktris Maudy Ayunda meminta maaf atas kontroversi yang muncul dari video opini tentang mindfulness di tengah krisis nasional, menyadari kekurangan refleksi terhadap realitas yang dirasakan banyak pihak.
14 September 2026

Sistem Ganjil-Genap BBM Subsidi Diberlakukan di Sulsel
Pemerintah Sulawesi Selatan mulai terapkan ganjil-genap pelat nomor untuk pengisian BBM subsidi demi mengurai antrean panjang di SPBU sejak 13 September 2026.
14 September 2026

Platform Digital yang Melanggar PP Tunas Siap Denda hingga Diblokir
Pemerintah siap menerapkan sanksi denda hingga pemblokiran akses terhadap platform digital yang tidak patuh terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang perlindungan anak dalam sistem elektronik.
14 September 2026
Berita Lainnya

Suahasil Dilantik, Pengusaha Optimistis Dorong Tumbuh Ekonomi 8%
Senin, 14 September 2026, 19.33 WITA

Suahasil Tegaskan Kelanjutan Kebijakan Keuangan Negara
Senin, 14 September 2026, 19.33 WITA

Suahasil Nazara Resmi Jabat Menteri Keuangan, Tekankan Kredibilitas Institusi
Senin, 14 September 2026, 19.33 WITA

Menkeu Dorong Perluasan Penindakan Rokok Ilegal
Senin, 14 September 2026, 19.33 WITA

IHSG Melemah Saat Peluncuran Bansos Digital Ditetapkan Oktober
Senin, 14 September 2026, 19.32 WITA

Suahasil Dilantik Jadi Menteri Keuangan, Tantangan Fiskal Makin Ketat
Senin, 14 September 2026, 19.32 WITA

Pergantian Menteri Keuangan Tak Ganggu Progres Whoosh
Senin, 14 September 2026, 19.32 WITA

Purbaya Siapkan Skema BPD Financing untuk Dorong Pembangunan Daerah
Senin, 14 September 2026, 19.32 WITA


