Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pimpinan Masa Depan Harus Berbasis Data dan Ilmu

Menteri Dalam Negeri menekankan pentingnya pendekatan ilmiah dan berbasis data dalam pengambilan keputusan bagi calon pemimpin strategis di lingkungan pemerintahan dan kepolisian.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 05.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pimpinan Masa Depan Harus Berbasis Data dan Ilmu📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengingatkan para peserta Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri agar selalu mempertimbangkan sains dan data dalam setiap kebijakan yang dirancang. Dalam dialog kebangsaan yang digelar di Jakarta, ia menekankan bahwa kemampuan mengolah informasi secara sistematis menjadi fondasi utama bagi pemimpin modern yang dihadapkan pada tantangan kompleks dan dinamis.

Tito menegaskan bahwa pengambilan keputusan tidak boleh didasarkan pada asumsi atau perasaan semata, melainkan harus didukung oleh analisis yang metodologis dan data yang valid. Ia menilai bahwa pendidikan tinggi, khususnya pada jenjang sarjana, bukan hanya soal memperoleh gelar, tetapi lebih pada perubahan pola pikir — dari kebiasaan mengambil keputusan secara emosional menjadi berbasis ilmu dan logika.

Ia menyoroti bahwa semakin tinggi jenjang pendidikan, semakin besar pula tanggung jawab untuk mampu mengumpulkan, menganalisis, dan menarik kesimpulan dari berbagai data. Kemampuan ini, menurut Tito, menjadi modal penting bagi para pemimpin ketika harus menghadapi persoalan di lapangan yang bersifat multidimensi dan berdampak luas. Ia menekankan bahwa kekuasaan semata tidak cukup untuk menjadi pemimpin yang efektif.

Pemimpin yang kuat, menurutnya, harus memiliki visi jelas, mampu menyusun konsep strategis, dan mampu membimbing organisasi menuju tujuan bersama. Ia menyarankan agar para peserta memperluas wawasan dengan membaca berbagai referensi, mempelajari pengalaman orang lain, dan memanfaatkan kesempatan pendidikan di luar negeri. Menurutnya, pendidikan internasional tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memperkaya budaya berpikir dan jaringan profesional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya