Polisi Harus Hadir Sebelum Konflik Muncul di Kawasan Tambang
Bentrokan warga dan pekerja tambang di Matarape menjadi ujian bagi kehadiran polisi yang proaktif, netral, dan berbasis hukum.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 15.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 MediaKendariKendari, ıNarasikita - Peristiwa bentrokan di Blok Matarape, wilayah perbatasan Konawe Utara dan Morowali, menunjukkan kembali kompleksitas persoalan pertambangan yang melibatkan aspek sosial, lingkungan, dan keamanan. Aksi warga menolak aktivitas PT Anugrah Sakti Konstruksi (Askon) berujung ricuh setelah jalan hauling diblokade, menyebabkan sejumlah orang mengalami luka. Keluhan utama berasal dari dampak debu yang masuk ke permukiman, serta ketidakpuasan terhadap manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat sekitar.
Kejadian ini terjadi tepat satu hari setelah dilantiknya Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, yang mengusung gagasan “Polisi Bersama Masyarakat” sebagai fondasi baru kepemimpinan kepolisian. Momentum ini seharusnya menjadi awal transformasi dalam pendekatan keamanan, khususnya di kawasan rawan konflik seperti tambang. Kehadiran aparat tidak boleh hanya reaktif, melainkan harus muncul sejak dini, saat potensi ketegangan mulai muncul.
Pendekatan preventif menjadi kunci. Polisi perlu membangun mekanisme dialog rutin antara masyarakat, perusahaan, dan pemerintah daerah. Dengan adanya saluran komunikasi yang terbuka, keluhan bisa ditangani sebelum eskalasi. Setiap laporan, baik dari warga maupun pekerja, harus memiliki proses tindak lanjut yang transparan. Jika terjadi pelanggaran, hukum harus ditegakkan tanpa keberpihakan, tanpa memihak perusahaan maupun masyarakat.
Konsep “Polisi Bersama Masyarakat Tambang” harus berdiri di atas prinsip netralitas dan keadilan. Polisi bukan pengawal perusahaan, bukan pula alat untuk mengalahkan warga. Tugas utamanya adalah melindungi semua pihak yang sah, menegakkan hukum berdasarkan bukti, dan mencegah eskalasi konflik. Lima langkah utama harus diterapkan: mendengar keluhan secara rutin, mencegah potensi konflik melalui pemetaan dini, melindungi keselamatan, menegakkan hukum secara objektif, serta mengawal tindak lanjut pengaduan.
Pertambangan harus berjalan seiring dengan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan yang hanya mengukur sukses dari volume produksi atau jumlah investasi belum cukup. Di Matarape, peristiwa ini bisa menjadi titik balik untuk mengevaluasi sejauh mana negara hadir secara proaktif. Apakah masyarakat memiliki ruang berdialog? Apakah konflik bisa dicegah sejak dini? Dan paling penting, apakah rakyat merasa dilindungi sebelum konflik pecah? Jawaban atas pertanyaan itu akan menentukan kualitas pertambangan yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Dua Perempuan di Bende Berjuang Melawan Sampah demi Kebersihan Lingkungan
Dua perempuan di Bende terus berjuang membersihkan lingkungan dari sampah demi kepentingan warga sekitar.
3 Oktober 2026

Dua Perempuan Tangguh Jaga Kebersihan Kota Kendari
Dua perempuan di Kota Kendari berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan.
3 Oktober 2026

Partai Rakyat Indonesia Sosialisasi Kreatif di Lampu Merah
Kader Partai Rakyat Indonesia melakukan sosialisasi partai di bawah lampu merah sebagai cara kreatif untuk menjangkau masyarakat di Sulawesi Tenggara.
3 Oktober 2026

Pemuda Butuh Wadah Berprestasi di Sektor Kreatif
Forum kreatif di Sulawesi Tenggara menawarkan ruang bagi pemuda untuk mengekspresikan ide dan berprestasi melalui seni, teknologi, dan inovasi lokal.
3 Oktober 2026
Berita Lainnya

Sarmuji Ajak Tim Kemenperin Kerja Kolaboratif Tanpa Formalitas Berlebihan
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.50 WITA

Suahasil Belum Tetapkan Peran Spesifik Tiga Wamenkeu
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.50 WITA

Geo Dipa Tetap di Kemenkeu untuk Dorong Ekosistem Hijau
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.50 WITA
Sarmuji Resmi Jabat Menperin, Janji Lanjutkan Reformasi Industri
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.50 WITA

Inflasi Terkendali, Manufaktur Ekspansi, Neraca Perdagangan Surplus
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.50 WITA

Kemenhub Jamin Tiket Pesawat Nataru 2026 Terjangkau
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.49 WITA

Geo Dipa Siapkan Tiga Jalur Pendanaan untuk Ekspansi PLTP
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.48 WITA

Kemenko Baru Dorong Akselerasi Transisi Energi dan Hilirisasi
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.48 WITA

