Prabowo Salurkan Rp15 M untuk Tangani Karhutla di Sampit
Presiden Prabowo Subianto menyalurkan dana Rp15 miliar untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan di Sampit, Kotawaringin Timur, dengan fokus pada pemadaman udara dan darat serta pemantauan lanjutan.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 15.28 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 101x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui penyaluran dana bantuan sebesar Rp15 miliar untuk mendukung upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Dana tersebut diserahkan melalui mekanisme Banpres dan menjadi bagian dari respons pemerintah terhadap kondisi darurat kebakaran yang terjadi di lahan gambut. Penyaluran dana ini disampaikan langsung oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam kunjungan kerja ke lokasi kejadian pada malam hari, Sabtu (17/10).
Dalam keterangan tertulis yang dirilis Minggu (18/10), Raja Juli menegaskan bahwa dana tersebut harus dimanfaatkan secara optimal dan efisien. Ia menyampaikan bahwa Presiden meminta agar seluruh sumber daya yang tersedia dikerahkan secara maksimal, termasuk dukungan dari operasi udara seperti water bombing dan penggunaan dry ice, serta upaya modifikasi cuaca untuk mengendalikan penyebaran api. Selain itu, pendekatan darat juga diperkuat dengan melibatkan pasukan darat dan satuan tugas khusus.
Penanganan karhutla di daerah ini menekankan pentingnya pemadaman menyeluruh hingga titik api benar-benar padam, karena kebakaran di lahan gambut cenderung sulit dipadamkan dan berisiko membara kembali. Untuk itu, petugas diperintahkan melakukan pemantauan intensif setelah proses pemadaman selesai. Koordinasi lintas sektor melibatkan Manggala Agni Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta relawan yang bekerja secara kolaboratif di lapangan.
Berdasarkan data dari Kementerian Kehutanan, wilayah Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Barat menjadi fokus utama penanganan karena tingginya indikasi hotspot. Hotspot yang terdeteksi melalui satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 merupakan petunjuk awal dari aktivitas kebakaran, namun perlu diverifikasi lapangan karena satu kejadian bisa terdeteksi sebagai beberapa titik panas. Dengan demikian, upaya penanganan tetap mengedepankan verifikasi lapangan dan respons cepat untuk mencegah penyebaran lebih luas.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Gubernur Kalteng lakukan penanaman pohon di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan sebagai bagian dari rehabilitasi lingkungan dan ajakan bersama jaga kelestarian alam.
24 Oktober 2026

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman meninjau program BSPS di Cengkareng untuk memastikan bantuan bedah rumah sampai tepat sasaran kepada masyarakat berpenghasilan rendah.
24 Oktober 2026

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Pemerintah dan Pertamina memastikan kesiapan operasional Kilang RDMP Balikpapan dengan progres 99 persen, demi menjaga keandalan pasokan energi nasional.
24 Oktober 2026

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Menteri Pertanian menekankan perlunya perbaikan rantai pasok pangan untuk mengatasi disparitas harga antara peternak dan konsumen di tengah ancaman iklim ekstrem.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

