Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prabowo Setujui Bantuan Internasional Atasi Karhutla

Presiden Prabowo Subianto menyetujui tawaran bantuan dari negara lain untuk penanganan karhutla, sejalan dengan kerja sama teknis dan pelaporan rutin ke ASEAN.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 21.24 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 67x dibuka
Prabowo Setujui Bantuan Internasional Atasi Karhutla📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui masuknya bantuan dari negara lain dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan yang melanda berbagai wilayah di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir dalam kunjungan ke kompleks parlemen Jakarta, menegaskan bahwa proses pembahasan teknis sudah berjalan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Langkah tersebut dilakukan dalam kerangka mekanisme ASEAN untuk penanggulangan kabut asap lintas batas, khususnya melalui ASEAN Coordination Centre for Transboundary Haze Pollution Control (ACC THP). Indonesia, menurut Tata, telah memenuhi seluruh kewajiban pelaporan secara berkala, termasuk berbagi data real-time mengenai kondisi kebakaran, strategi mitigasi, dan perkembangan situasi terkini.

Sejak Agustus, Sekretariat ASEAN telah menetapkan status siaga 3 terkait kabut asap lintas batas di kawasan Asia Tenggara, menunjukkan tingkat keparahan yang memerlukan respons kolektif. Pemerintah Indonesia menekankan komitmen kuat terhadap kerja sama regional, termasuk dukungan terhadap negara-negara tetangga yang terdampak, seperti Malaysia, Filipina, dan Thailand.

Upaya penanggulangan dalam negeri telah melibatkan ribuan personel dari TNI, Polri, BNPB, dan instansi terkait. Operasi pemadaman dilakukan secara masif melalui water bombing menggunakan helikopter dan pesawat terbang, serta pendekatan modifikasi cuaca. Meski langkah-langkah tersebut telah ditempuh secara intensif, tantangan besar tetap muncul dari kondisi cuaca yang kering dan ekstrem, yang memperparah penyebaran api.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya