Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prancis Amankan 1.800 Orang Usai Kerusuhan Akhir Pekan

Lebih dari 1.800 orang ditangkap dan 1.500 toko rusak dalam aksi unjuk rasa berkecamuk di sejumlah kota Prancis, menyusul gelombang protes yang dipicu kenaikan biaya hidup dan kondisi sekolah memburuk.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 23.00 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 100x dibuka
Prancis Amankan 1.800 Orang Usai Kerusuhan Akhir Pekan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Aparat keamanan Prancis berhasil menangkap 1.800 orang dalam rentang waktu akhir pekan, menyusul gelombang kerusuhan yang melanda kota-kota utama seperti Paris, Marseille, Lyon, dan Bordeaux. Kekerasan melibatkan bentrokan dengan polisi, pembakaran bangunan, serta penjarahan terhadap ratusan toko ritel. Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez mengonfirmasi bahwa proses penyelidikan sedang berjalan untuk mengidentifikasi pelaku dan memastikan mereka diproses hukum.

Aksi protes yang berlangsung selama dua hari ini bermula dari unjuk rasa pelajar yang menuntut perbaikan fasilitas pendidikan, terutama ruang kelas yang dinilai semakin tidak layak. Aksi tersebut kemudian meluas ke publik, terutama setelah situasi memanas akibat kenaikan harga kebutuhan pokok sejak konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran memburuk pada Februari lalu. Dalam pernyataannya, Nunez menyebut bahwa sekitar 500 personel keamanan, pemadam kebakaran, dan tenaga medis mengalami cedera selama kejadian.

Kerusakan material yang terjadi sangat signifikan, terutama terhadap pelaku usaha kecil dan menengah. Sekitar 1.500 toko dan gerai ritel mengalami kerusakan, sebagian besar mengalami perusakan fisik dan dijarah. Ketua Federasi Ritel dan Perdagangan Prancis, Alexandre Bompard, memperkirakan kerugian mencapai ratusan juta euro, meskipun angka pasti belum dapat dipastikan karena proses evaluasi masih berlangsung.

Nunez menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berkompromi terhadap tindakan kekerasan dan anarkisme yang bertujuan menggoyahkan stabilitas negara. Ia menekankan bahwa Prancis tetap berkomitmen menjaga ketertiban publik dan menegakkan hukum tanpa kompromi. Upaya pencegahan dan penegakan hukum akan terus dilakukan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut di masa depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya