Presiden Kolombia Copot Kepala Statistik Usai Bantah Data Pengangguran Curiga
Pencopotan kepala badan statistik nasional Kolombia dipicu pernyataan tak menemukan kejanggalan dalam data pengangguran masa pemerintahan sebelumnya, yang memicu kontroversi dan kekhawatiran atas independensi lembaga.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 11.34 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella secara tiba-tiba mencopot Ricardo Valencia dari jabatan kepala Badan Statistik Nasional (DANE) hanya tiga minggu setelah menjabat. Keputusan ini diambil setelah Valencia menyatakan dalam konferensi pers bahwa tidak ditemukan indikasi mencurigakan dalam data pengangguran pada bulan Juli, masa ketika Gustavo Petro masih menjabat sebagai presiden. Pernyataan tersebut menjadi titik kritis dalam pergeseran kebijakan pemerintahan baru yang menekankan kontrol ketat terhadap komunikasi publik dari institusi negara.
Valencia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menerima pemberitahuan resmi dari pihak kepresidenan tentang ketidakpuasan terhadap kinerjanya. Ia menilai keputusan pemecatan muncul tanpa proses atau alasan formal yang disampaikan secara transparan. Dalam wawancara dengan Blu Radio, ia menyampaikan bahwa hingga saat ditanya, ia belum menemukan ketidaksesuaian dalam indikator pasar tenaga kerja, yang menjadi dasar keputusannya. Pernyataan ini kemudian dikritik sebagai tidak memenuhi standar audit menyeluruh sebelum dikeluarkan ke publik.
Langkah pencopotan ini muncul di tengah perubahan kebijakan baru yang menuntut semua kementerian dan lembaga pemerintah harus mendapatkan izin dari kepresidenan sebelum menyampaikan data atau pernyataan kepada media. Aturan ini diberlakukan sebagai bagian dari upaya pemerintahan De la Espriella untuk memperkuat pengawasan terhadap narasi publik dan menekan ruang gerak lembaga independen. Kritik pun muncul dari serikat pekerja DANE, yang mempertanyakan integritas dan kemandirian lembaga statistik pasca-pemecatan Valencia.
Pencopotan ini menimbulkan kekhawatiran luas terhadap kemerdekaan institusi ilmiah dalam menyampaikan data objektif tanpa tekanan politik. Dalam konteks yang lebih luas, kejadian ini mencerminkan ketegangan antara transparansi data dan kekuasaan politik, yang berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap informasi resmi. Pemerintahan baru kini dihadapkan pada tantangan besar untuk menunjukkan bahwa kebijakan terhadap lembaga teknis tidak didasarkan pada retorika politik, melainkan pada standar akuntabilitas dan profesionalisme.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Maret Paling Banyak Libur Merah di 2027
Tahun 2027 menetapkan Maret sebagai bulan dengan jumlah hari merah tertinggi, mencapai delapan hari, termasuk libur nasional dan cuti bersama yang berurutan.
16 September 2026

Huang: Regulasi Tak Perlu, Keamanan AI Jadi Tanggung Jawab Teknis
CEO Nvidia menegaskan bahwa keamanan kecerdasan buatan bisa dijamin melalui pendekatan teknis, bukan melalui regulasi pemerintah baru.
16 September 2026

Tes SKD Sekolah Kedinasan Wajib Capai Skor 281
Calon peserta Sekolah Kedinasan wajib mencapai skor minimal 281 dalam tes SKD untuk lolos seleksi, dengan rincian ambang batas tiap komponen tes.
16 September 2026
Bos Summarecon Diduga Setor Rp 1,5 M ke Agen Menteri ATR
Investigasi kasus suap HGB mengungkap dugaan aliran dana Rp 1,5 miliar dari pengusaha ke orang dekat Menteri ATR BPN.
16 September 2026
Berita Lainnya

7 Tipe Teman yang Mengancam Stabilitas Keuanganmu
Rabu, 16 September 2026, 11.44 WITA

9 Makanan yang Tak Boleh Disimpan di Kulkas
Rabu, 16 September 2026, 11.44 WITA

Makanan Sehat yang Dukung Fokus Anak Secara Alami
Rabu, 16 September 2026, 11.44 WITA

<Kunci Hotel dan Amplop Jangan Disimpan Bersamaan>
Rabu, 16 September 2026, 11.44 WITA

Syarat Ketat Angkut Mobil Listrik Naik Kapal
Rabu, 16 September 2026, 11.42 WITA

Yamaha Tunda Peluncuran Motor Listrik di RI
Rabu, 16 September 2026, 11.42 WITA

iPhone 18 Pro dan Duo Resmi Sertifikasi TKDN, Siap Masuk Indonesia
Rabu, 16 September 2026, 11.35 WITA

Perusahaan AI Dorong Pembentukan Badan Standar Independen
Rabu, 16 September 2026, 11.35 WITA


