Rabu, 16 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Ed Sheeran Soroti Kekerasan di Palestina, Bantah Terlibat Pengusiran Macklemore

Ed Sheeran menyampaikan keprihatinan atas konflik Israel-Palestina dan menegaskan bahwa pengusiran Macklemore dari turnya bukan keputusannya sendiri.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 11.20 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
Ed Sheeran Soroti Kekerasan di Palestina, Bantah Terlibat Pengusiran Macklemore📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Ed Sheeran secara resmi menyampaikan pernyataan terkait pengeluaran rapper Macklemore dari rangkaian tur The Loop Tour di Amerika Serikat, menyertakan sikap empati terhadap penderitaan warga Palestina. Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut muncul atas tekanan dari pemilik stadion dan promotor, bukan dari dirinya sebagai artis utama. Dalam pernyataan yang dibagikan lewat media sosial, Sheeran menyebut bahwa konflik di wilayah tersebut merupakan tragedi kemanusiaan yang tak boleh ditoleransi.

Ia menekankan bahwa Macklemore diberi kesempatan tampil sebagai penampil pendukung atas dasar penghormatan terhadap karyanya sebagai seniman. Seperti semua penampil pendukung lainnya, Macklemore bebas memilih lagu dan menyampaikan pesan pribadinya. Namun, setelah penampilan di Stadion MetLife pada 4 September, pihak pengelola venue menyatakan akan membatalkan pertunjukan jika Macklemore tetap menjadi bagian dari tur. Keputusan ini didasarkan pada cara penyampaian pesan, bukan isi lengkapnya.

Sheeran mengungkapkan telah berupaya keras mencari solusi bersama, termasuk melibatkan Robert Kraft, pemilik Stadion Gillette Foxborough, serta promotor dan aktivis dari berbagai latar belakang. Ia menyatakan bahwa diskusi berlangsung panjang selama sepekan, namun keputusan akhir tetap berada di tangan pihak pengelola dan promotor. Ia menegaskan bahwa kontrak Macklemore berada di bawah promotor, bukan di bawah dirinya.

Dalam pernyataannya, Sheeran membantah tudingan bahwa dirinya tidak peduli terhadap isu Palestina. Ia menekankan bahwa tidak berbicara di depan umum bukan berarti tidak memiliki prinsip. Ia menegaskan komitmennya untuk menggunakan musik sebagai alat menyatukan berbagai latar belakang. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada niat untuk mengecewakan penggemar atau mengabaikan kru dan penampil pendukung.

Macklemore mengonfirmasi pengusirannya setelah tampil di delapan dari sepuluh pertunjukan tersisa, menyebut bahwa tekanan datang dari Robert Kraft yang menolak kehadirannya di stadion miliknya. Kraft, menurutnya, menggalang dukungan dari pemilik stadion lain dan memberikan ultimatum: jika Macklemore tetap tampil, tur tidak akan diizinkan berlangsung di venue milik mereka. Aksi Macklemore yang menyebutkan penderitaan warga Gaza dan Tepi Barat menuai reaksi dari Israeli American Council (IAC), yang meminta agar dia didepak dari tur karena dianggap memanfaatkan panggung konser untuk agenda politik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Tonton Videonya

Berita Terkait

Berita Lainnya