Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pria di Brebes Akui Bunuh Ayah Kandung, Potong dan Rebus Tubuh

Seorang pria asal Brebes mengakui membunuh ayah kandungnya, lalu memutilasi dan merebus tubuh korban selama dua hari sebelum membuangnya ke sungai.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 15.42 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 31x dibuka
Pria di Brebes Akui Bunuh Ayah Kandung, Potong dan Rebus Tubuh📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Seorang warga Brebes berinisial HS mengakui telah membunuh ayah kandungnya dan memutilasi tubuh korban menjadi 10 bagian. Ia menyerahkan diri ke Polsek Kersana pada malam hari, mengungkapkan aksi kekerasan yang dilakukannya beberapa bulan lalu. Dalam keterangannya, HS menyatakan bahwa tubuh ayahnya direbus selama dua hari hingga hancur, kemudian dibuang ke Sungai Kluwut yang mengalir ke laut. Tulang korban dibakar hingga menjadi abu, menurut pengakuannya.

Penyidik Polsek Kersana langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa lokasi rumah tersangka di kompleks perumahan Desa Kemukten. Salah satu upaya penyelidikan yang dilakukan adalah membongkar septic tank di rumah HS sebagai bagian dari pencarian bukti fisik. Kepala Unit Reskrim, Aiptu Heri Sukamto, menyebut bahwa langkah ini dilakukan untuk menindaklanjuti pengakuan tersangka yang menyebutkan ada kemungkinan bagian tubuh korban dibuang ke dalam toilet.

Tetangga dan kerabat HS, Ina, mengaku tidak pernah melihat korban dalam beberapa waktu terakhir. Ia mengatakan bahwa HS selalu menyampaikan bahwa ayahnya sedang berdagang siomai di Kota Tegal. Ina menegaskan bahwa sejak beberapa bulan terakhir, korban tidak pernah terlihat di rumah, dan tidak ada yang mencurigai karena sebelumnya korban memang sering merantau. Ia juga menyebut bahwa HS selalu menanggung kebutuhan keluarga, termasuk ketika istrinya meminta uang.

Dari hasil pemeriksaan awal, HS dikenal sebagai sosok yang pendiam dan taat kepada ibu serta adik-adiknya yang masih bersekolah. Ia bekerja di sebuah pabrik sepatu sejak lulus SMA. Kapolsek Kersana, AKP Teguh Adi Winarko, menyatakan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan hasil olah TKP akan segera diproses oleh Inafis. Pihak kepolisian menegaskan bahwa semua temuan akan menjadi dasar penuntutan sesuai prosedur hukum.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya