Kamis, 10 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Produksi Motor Listrik Nasional Siap Capai 100 Ribu Unit Tahun Depan

Pemerintah mempersiapkan ekosistem motor listrik nasional dengan target produksi 100.000 unit per tahun dan TKDN 60% pada 2027.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 15.34 WITA·👁 3 orang membaca· 2 hari ini · 7x dibuka
Produksi Motor Listrik Nasional Siap Capai 100 Ribu Unit Tahun Depan📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Perindustrian kini memperkuat fondasi industri kendaraan listrik melalui program Motor Listrik Nasional (Molinas), yang dirancang untuk mengintegrasikan seluruh rantai produksi dalam negeri. Sejalan dengan itu, PT LEN Industri (Persero) ditunjuk sebagai integrator utama, bertugas mengoordinasikan berbagai elemen mulai dari desain, manufaktur, hingga distribusi. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menyempurnakan ekosistem kendaraan listrik secara menyeluruh, bukan sekadar fokus pada produksi akhir.

Dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Direktur Jenderal ILMATE menyatakan bahwa target tingkat komponen dalam negeri (TKDN) motor listrik nasional akan tumbuh secara bertahap, mulai dari 40% pada tahun ini menuju 60% pada tahun depan. Kenaikan ini sesuai dengan roadmap pemerintah yang mengatur pengembangan industri kendaraan listrik secara sistemik. Penetapan TKDN ini menjadi syarat penting agar produksi nasional benar-benar mendukung kemajuan industri dalam negeri.

Skala produksi Molinas dibangun dengan kapasitas mencapai 100.000 unit per tahun, didukung total investasi sebesar Rp2,6 triliun. Investasi ini melibatkan berbagai proses manufaktur dan keterlibatan sejumlah perusahaan strategis. Selain LEN sebagai integrator, kolaborasi juga melibatkan CATL yang sedang menyelesaikan pembangunan fasilitas baterai di Karawang, serta PLN untuk pengembangan stasiun pengisian daya.

Ekosistem Molinas mencakup seluruh aspek dari awal hingga akhir, mulai dari riset dan pengembangan, produksi, infrastruktur pengisian, distribusi, layanan purnajual, hingga pendanaan. Danantara ditetapkan sebagai mitra pendanaan utama, sementara manufaktur dan perakitan akan dikelola langsung oleh LEN setelah 2028. Dengan pendekatan terintegrasi ini, pemerintah berharap dapat menciptakan industri motor listrik yang mandiri, berkelanjutan, dan mampu bersaing di pasar regional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya