Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Program Magang OKP Dorong Produktivitas Pemuda Nasional

Menpora dorong magang bagi organisasi kepemudaan untuk tingkatkan kontribusi ekonomi dan manfaatkan bonus demografi secara optimal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 23.26 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 42x dibuka
Program Magang OKP Dorong Produktivitas Pemuda Nasional📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Menteri Pemuda dan Olahraga kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat peran generasi muda melalui program magang yang secara khusus diperuntukkan bagi organisasi kepemudaan. Program ini dirancang sebagai langkah strategis untuk membuka peluang kerja dan pengembangan keterampilan di sektor ekonomi, sekaligus menunjukkan bahwa pemuda tidak hanya aktif dalam ranah politik, tetapi juga berpotensi besar dalam dunia usaha.

Dalam pernyataan terbarunya, Menpora menyebut bahwa dua anggota dari Cipayung Plus telah menjalani magang di PT Pegadaian, salah satu BUMN yang menjadi mitra pelaksana program. Selain itu, sejumlah perusahaan swasta, termasuk CIMB Niaga, juga telah menyatakan kesiapan mendukung pelaksanaan program ini, menandakan dukungan lintas sektor terhadap pemberdayaan pemuda.

Pendekatan ini, menurut Menpora, merupakan respons terhadap kompleksitas tantangan ekonomi saat ini, di mana ketersediaan lapangan kerja baru bagi generasi muda menjadi prioritas utama. Dengan melibatkan organisasi kepemudaan dalam program magang, diharapkan dapat membangun kesadaran bahwa kontribusi pemuda tidak terbatas pada aktivisme, tetapi juga mencakup inovasi dan produktivitas ekonomi.

Menpora menekankan bahwa bonus demografi Indonesia bukan sekadar potensi, melainkan keunggulan strategis yang harus dikelola dengan baik agar tidak berujung pada permasalahan sosial atau ketimpangan. Dengan pendekatan berbasis pemberdayaan, diharapkan generasi muda dapat menjadi motor penggerak pembangunan nasional.

Di tengah upaya tersebut, pemerintah juga sedang memperbaiki kerangka hukum melalui penyempurnaan Undang-Undang Kepemudaan. Target utamanya adalah menyelesaikan perbaikan regulasi sebelum tahun 2028, bertepatan dengan peringatan 100 tahun Sumpah Pemuda, agar terwujud visi jangka panjang tentang masa depan kepemudaan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya