Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Purbaya Akhiri Jabatan Menkeu Setahun, Fokus Reformasi Fiskal

Masa jabatan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berlangsung selama satu tahun, ditandai dengan kebijakan agresif di sektor perbankan, pajak, dan peningkatan likuiditas untuk dorong pertumbuhan ekonomi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 22.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Purbaya Akhiri Jabatan Menkeu Setahun, Fokus Reformasi Fiskal📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Purbaya Yudhi Sadewa mengakhiri masa jabatannya sebagai Menteri Keuangan pada pertengahan September 2026, setelah menjabat selama kurang lebih satu tahun sejak dilantik pada 8 September 2025. Ia menggantikan Sri Mulyani Indrawati dalam posisi tersebut, dan di akhir masa kerjanya, mengungkapkan bahwa waktu berjalan begitu cepat, meski penuh tantangan dan tekanan. Ia menyebut perjalanan satu tahun ini merupakan masa pengujian berbagai pendekatan fiskal untuk mengejar pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Salah satu kebijakan paling menonjol selama masa jabatannya adalah realokasi dana negara sebesar Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke lima bank milik negara. Dana tersebut didistribusikan secara merata ke BRI, BNI, Bank Mandiri, BTN, dan Bank Syariah Indonesia dengan alokasi masing-masing Rp55 triliun, Rp55 triliun, Rp55 triliun, Rp25 triliun, dan Rp10 triliun. Penempatan dana dilakukan melalui deposito on call selama enam bulan, dengan aturan ketat agar tidak digunakan untuk pembelian Surat Berharga Negara dan harus dialokasikan untuk kredit sektor riil.

Di bidang perpajakan, Purbaya menekankan penegakan kepatuhan dan penutupan kebocoran melalui penagihan terhadap 200 wajib pajak besar yang telah memiliki keputusan hukum tetap. Nilai tunggakan yang diperkirakan mencapai Rp50 triliun hingga Rp60 triliun menjadi fokus utama. Hingga 14 Oktober 2026, sekitar Rp7,21 triliun telah berhasil dikumpulkan. Selain itu, ia juga memerintahkan pemeriksaan menyeluruh terhadap restitusi pajak yang dinilai berlebihan, termasuk menindaklanjuti kasus pengembalian pajak yang melambat akibat pemeriksaan intensif.

Purbaya menegaskan bahwa pendekatan fiskal yang dijalankan selama setahun merupakan langkah eksperimen untuk mengidentifikasi faktor penghambat pertumbuhan ekonomi. Ia menyatakan kini pemerintah telah memetakan dan menyelesaikan berbagai kendala tersebut, dengan target pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2026 mendekati angka 6 persen. Dengan dukungan program strategis Presiden Prabowo Subianto, ia optimistis pertumbuhan bisa melampaui target tersebut di tahun-tahun berikutnya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya