Jumat, 11 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Raja Harald V Norwegia Wafat di Usia 89 Tahun

Raja Harald V dari Norwegia meninggal dunia pada Jumat, 28 Agustus, di usia 89 tahun setelah dirawat karena anemia hemolitik di Rumah Sakit Universitas Oslo.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.49 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Raja Harald V Norwegia Wafat di Usia 89 Tahun📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Raja Harald V, yang menjabat sebagai kepala negara seremonial Norwegia sejak 1991, telah meninggal dunia pada pagi hari, 28 Agustus, di usia 89 tahun. Ia menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Universitas Oslo pukul 06.35 waktu setempat, setelah kondisinya memburuk dalam beberapa pekan terakhir. Pernyataan resmi dari Kerajaan Norwegia menyampaikan duka mendalam atas wafatnya sang raja, yang dikenal sebagai pemimpin tertua dalam kerajaan Eropa saat ini.

Sejak 17 Agustus, Harald telah menjalani perawatan intensif akibat anemia hemolitik, penyakit yang menyebabkan penghancuran sel darah merah secara berlebihan. Sebelum wafat, tugas-tugas kerajaan secara bertahap diserahkan kepada Putra Mahkota Haakon, yang kini secara otomatis menjadi pemimpin negara sesuai aturan suksesi. Tidak ada upacara penobatan formal yang akan dilangsungkan, mengingat Norwegia telah menghapus ketentuan penobatan sejak 1908.

Haakon akan dilantik melalui sumpah di hadapan Storting, parlemen Norwegia, dalam prosesi yang bersifat simbolis. Sebelumnya, Harald V sendiri tidak menggelar upacara penobatan saat menggantikan ayahnya, Raja Olav V, pada 1991. Ia langsung mengambil alih jabatan dan diambil sumpah empat hari kemudian. Proses seremonial ini menunjukkan tradisi kecil dalam sistem monarki Norwegia yang fokus pada kontinuitas dan stabilitas.

Kematian Harald V terjadi dalam konteks ketegangan keluarga kerajaan yang mencuat akibat keterlibatan Putri Mahkota Mette-Marit, istri Haakon, dalam hubungan dengan Jeffrey Epstein, pelaku kejahatan seksual asal Amerika Serikat. Dokumen yang dirilis awal tahun ini mengungkap pertemuan Mette-Marit dengan Epstein selama tiga tahun. Ia kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada raja dan ratu atas keputusan yang dianggap keliru dalam memilih lingkaran pertemanan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya