Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rano Karno Buka Akses Publik ke Balai Kota Jakarta

Program Namu Balai Kota resmi diluncurkan untuk membuka kompleks gedung pemerintahan sebagai ruang terbuka bagi masyarakat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 09.02 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 29x dibuka
Rano Karno Buka Akses Publik ke Balai Kota Jakarta📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno secara resmi meluncurkan program Namu Balai Kota, inisiatif yang bertujuan memperluas akses publik ke kompleks Balai Kota sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antara pemerintah dan warga. Melalui program ini, masyarakat diberi kesempatan mengikuti tur bersejarah, mengikuti aktivitas edukatif seperti simulasi jurnalistik anak, hingga memanfaatkan berbagai layanan publik dalam satu lokasi. Rano menekankan bahwa konsep ini lahir dari nilai budaya Betawi yang menjunjung tinggi kebersamaan dan keramahtamahan, di mana Balai Kota seharusnya menjadi "bale" atau ruang bersama, bukan hanya kantor pemerintah yang tertutup.

Gedung yang dibangun sekitar tahun 1890 ini kini menjadi ruang edukasi sejarah yang dilengkapi pemandu tur profesional. Rano menyampaikan bahwa tur bersejarah ini akan terus disempurnakan, dengan harapan menjadi bagian dari perayaan 500 tahun Jakarta pada 2027. Ia menekankan pentingnya melibatkan masyarakat dalam memahami fungsi dan sejarah pusat pemerintahan, menggantikan persepsi yang hanya berbasis media sosial atau informasi sekilas.

Kepala Diskominfotik DKI Jakarta, Marulina Dewi, menjelaskan bahwa program ini telah diuji coba pada 3 Oktober 2026 dan menarik sekitar 300 pengunjung dari berbagai kalangan. Pendaftaran dilakukan melalui aplikasi JAKI dan situs resmi pemerintah untuk memastikan pengelolaan kunjungan yang terkontrol dan menjaga kelestarian bangunan bersejarah. Pelaksanaan rutin direncanakan setiap dua minggu selama tahun 2026, melibatkan berbagai komunitas dan instansi terkait seperti Himpunan Pramuwisata Indonesia, Abang None, serta OPD di lingkungan Pemprov DKI.

Kegiatan yang disediakan meliputi tur menyusuri Pendopo, Blok G, dan area khusus seperti Ruang Pola untuk pemutaran film komunitas, serta Studio Berita Jakarta yang digunakan anak-anak untuk mencoba pengalaman menjadi reporter. Di sisi lain, Balai Kota juga menyediakan layanan terpadu seperti SIM Keliling, Samsat Keliling, perpustakaan keliling, pemeriksaan kesehatan gratis, serta pembukaan rekening Bank Jakarta. Selain itu, masyarakat dapat mengikuti pelatihan pemadam api ringan, pilah sampah, dan berbagai aktivitas seni budaya.

Program ini dirancang agar Balai Kota tidak hanya menjadi simbol pemerintahan, tetapi juga ruang publik yang inklusif dan dinamis. Marulina menegaskan bahwa pembukaan ruang-ruang ini merupakan bentuk komitmen Pemprov DKI dalam memperluas akses terhadap fasilitas publik, terutama bagi komunitas yang selama ini kesulitan mendapatkan tempat untuk berkarya. Informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan pendaftaran dapat diakses melalui situs smartcity.jakarta.go.id dan aplikasi JAKI.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya