Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

RDTR Moramo-Lalembuu Disusun, Fokus Pemkab Konawe Selatan pada Pembangunan Berkelanjutan

Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan menyelesaikan penyusunan RDTR Moramo-Lalembuu untuk mendorong pembangunan berkelanjutan dan penataan ruang yang terintegrasi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 23.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan telah menyelesaikan proses penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) untuk wilayah Moramo dan Lalembuu. Proses ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan tata ruang yang terencana, terintegrasi, dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di dua wilayah tersebut. RDTR yang telah disusun secara komprehensif ini menjadi dasar hukum bagi pengelolaan lahan, perizinan, serta pengembangan infrastruktur publik.

Penyusunan RDTR dilakukan melalui keterlibatan lintas sektor, termasuk dinas terkait, akademisi, dan masyarakat lokal. Langkah ini menjamin bahwa kebijakan tata ruang tidak hanya berbasis teknis, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan sosial dan lingkungan. Dengan adanya dokumen ini, pemerintah daerah kini memiliki landasan kuat untuk mengendalikan perluasan kawasan tanpa pengaturan, serta mencegah tumpang tindih fungsi lahan.

Dalam prosesnya, pemerintah daerah juga memperhatikan aspek mitigasi risiko bencana alam, khususnya di wilayah rawan longsor dan banjir. RDTR menyertakan zona proteksi, zonasi ekonomi, dan jalur hijau sebagai bagian dari perencanaan yang berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan visi daerah untuk menciptakan kawasan yang aman, layak huni, dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan menegaskan bahwa RDTR bukan sekadar dokumen teknis, melainkan alat strategis dalam menjawab dinamika pembangunan di tengah tuntutan keberlanjutan. Dengan dokumen ini, pemerintah siap mempercepat pembangunan infrastruktur, menarik investasi, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya