Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75% Usai RDG Tatap Muka Pertama Destry Damayanti

Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan sebesar 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur pertama secara langsung sejak pandemi, dengan dukungan penuh dari seluruh anggota dewan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 23.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75% Usai RDG Tatap Muka Pertama Destry Damayanti📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bank Indonesia resmi mempertahankan tingkat suku bunga acuan, atau BI-Rate, pada level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan September 2026. Keputusan ini diambil setelah pertemuan tatap muka pertama sejak 18 bulan terakhir, yang sebelumnya digelar secara virtual akibat kondisi pandemi. Kegiatan ini menandai awal masa kepemimpinan Gubernur BI baru, Destry Damayanti, yang memimpin rapat secara langsung sebagai langkah awal menjalankan tugasnya.

RDG kali ini berlangsung di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, dan dihadiri secara lengkap oleh seluruh anggota Dewan Gubernur, termasuk Deputi Gubernur Senior Aida S. Budiman, Deputi Gubernur Solikin M. Juhro, Filianingsih Hendarta, Ricky P. Gozali, dan Thomas Djiwandono. Kehadiran semua anggota menunjukkan konsensus kuat terhadap kebijakan moneter yang tetap stabil dalam menghadapi dinamika ekonomi domestik dan global.

Dalam hasil rapat, BI juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility pada 4,75% dan suku bunga Lending Facility pada 6,50%. Kebijakan ini menekankan komitmen terhadap stabilitas harga jangka pendek serta pengelolaan likuiditas sistem perbankan yang tetap terjaga. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap tekanan inflasi yang masih berada dalam target, meskipun terdapat fluktuasi harga komoditas dan kebutuhan penyesuaian kebijakan eksternal.

Gubernur Destry Damayanti menegaskan bahwa kebijakan suku bunga yang stabil akan terus dipertahankan selama inflasi tetap terkendali dan prospek ekonomi dalam negeri menunjukkan ketahanan. Ia menekankan pentingnya koordinasi antar lembaga dan transparansi dalam pengambilan keputusan untuk menjaga kepercayaan publik terhadap sistem keuangan nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya