Kamis, 24 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

60 Sekolah Rakyat Gelombang Ketiga Siap Dibangun dengan Dukungan Anggaran Baru

Pemerintah mempersiapkan pembangunan 60 sekolah rakyat tambahan, dengan upaya pengajuan dana tambahan ke presiden untuk mencapai target 100 unit hingga 2027.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 23.27 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
60 Sekolah Rakyat Gelombang Ketiga Siap Dibangun dengan Dukungan Anggaran Baru📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah kini fokus melanjutkan program pembangunan Sekolah Rakyat dengan memasuki gelombang ketiga yang mencakup sekitar 60 unit sekolah di berbagai wilayah Indonesia. Menteri Pekerjaan Umum menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen penuh terhadap visi Indonesia Emas 2045, dengan target penyelesaian total 100 sekolah pada Juni 2027. Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah tengah mengajukan penambahan anggaran kepada presiden guna menjamin kelancaran proyek ini.

Sebanyak 93 sekolah rakyat dari gelombang kedua telah siap operasional, termasuk di Makassar, Sulawesi Selatan, dan rencananya akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto. Peresmian tahap kedua direncanakan berpusat di Makassar, dengan dukungan sistem daring untuk lokasi lainnya, demi memastikan partisipasi nasional secara merata. Meski demikian, jadwal resmi peresmian masih menunggu ketersediaan waktu dari kepala negara, yang diperkirakan setelah peringatan HUT TNI.

Sekolah Rakyat di Kecamatan Biringkanaya, Makassar, memiliki kapasitas menampung hingga 1.260 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Saat ini, jumlah siswa yang telah terakomodasi mencapai 418 orang, dengan peningkatan bertahap seiring kesiapan infrastruktur. Kementerian PU terus memastikan kualitas bangunan sesuai standar, termasuk menindaklanjuti temuan keterlambatan air pada beberapa lantai di Kabupaten Barru.

Pemerintah telah menginstruksikan kontraktor untuk segera memperbaiki masalah drainase lantai yang kurang miring, sebagai respons terhadap masukan dari tenaga pendidik. Seluruh fasilitas yang selesai dibangun akan diserahkan kepada Kementerian Sosial untuk pengelolaan dan operasional harian. Penyerahan ini menegaskan peran pemerintah sebagai pembangun infrastruktur, sementara pengelolaan jangka panjang menjadi tanggung jawab kementerian terkait.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya