Pajak Tak Dipungut Capai Rp576 Triliun, Tujuannya Dorong Ekonomi
Pemerintah memperkirakan penerimaan pajak yang tidak dikumpulkan tahun ini mencapai Rp576 triliun, dengan tujuan memperkuat konsumsi, investasi, dan daya saing melalui insentif perpajakan.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 23.28 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah memproyeksikan potensi penerimaan pajak yang tidak ditarik pada tahun ini mencapai angka Rp576 triliun. Angka ini merupakan bagian dari strategi kebijakan fiskal yang menekankan pemberian insentif perpajakan sebagai alat untuk mendorong aktivitas ekonomi nasional. Dalam paparannya di forum bisnis nasional, Menteri Keuangan menyatakan bahwa dana yang tidak dikumpulkan oleh otoritas pajak tersebut justru bergerak dalam sistem ekonomi, mendorong belanja dan investasi di berbagai sektor.
Meski mengakui pengurangan penerimaan negara secara langsung, pemerintah menegaskan bahwa insentif pajak tidak menghilangkan nilai ekonomi, melainkan mengalihkannya ke masyarakat dan dunia usaha. Dengan mekanisme pembebasan, pengurangan, dan tarif khusus, pemerintah memastikan insentif lebih banyak dinikmati oleh rumah tangga melalui pengurangan beban pajak atas barang kebutuhan pokok. Sebagian besar juga dirancang untuk mendukung sektor UMKM dan meningkatkan iklim investasi, termasuk melalui pembebasan bea masuk.
Data menunjukkan tren kenaikan insentif perpajakan dari tahun ke tahun. Pada 2023, nilai insentif tercatat Rp352,4 triliun atau 1,69 persen dari PDB, naik menjadi Rp398,4 triliun (1,80 persen PDB) pada 2024. Proyeksi tahun 2025 menunjukkan lonjakan ke Rp521,5 triliun (2,19 persen PDB), dan diperkirakan mencapai Rp632 triliun (2,26 persen PDB) pada 2027. Pada tahun tersebut, sebanyak 56,4 persen atau senilai Rp335,2 triliun diarahkan untuk rumah tangga, diikuti UMKM (17,8 persen), iklim investasi (15,8 persen), dan dunia bisnis (10,0 persen).
Dari sisi sektoral, manufaktur menjadi penerima insentif terbesar pada 2027 dengan nilai Rp166,1 triliun, disusul pertanian (Rp70,7 triliun), perdagangan (Rp66,5 triliun), dan sektor jasa lainnya (Rp62,4 triliun). Pemerintah menilai bahwa pendekatan ini mampu menjaga daya beli, memperkuat struktur ekonomi, serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional dalam jangka menengah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

BSI Hasanah KKI Card Capai 10.000 Pengguna dalam Sebulan
Kartu kredit syariah BSI Hasanah KKI Card telah menembus jumlah pengguna 10.000 hanya sebulan setelah peluncuran, menunjukkan respons positif dari masyarakat.
23 September 2026

BSI Gelar Expo 2026 Dorong Produk Lokal ke Pasar Global
BSI menggelar BSI International Expo 2026 dengan target tingkatkan bisnis pelaku usaha lokal hingga 30% melalui akses pasar global dan kolaborasi strategis.
23 September 2026

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75% Usai RDG Tatap Muka Pertama Destry Damayanti
Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan sebesar 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur pertama secara langsung sejak pandemi, dengan dukungan penuh dari seluruh anggota dewan.
23 September 2026

Impor Gula Kristal Mentah Tak untuk Konsumsi, Justru untuk Industri
Kemenperin tegaskan impor Gula Kristal Mentah 2026 tetap sesuai neraca komoditas dan hanya untuk kebutuhan industri, bukan pasar konsumen.
23 September 2026
Berita Lainnya

BRI Private Perkuat Layanan Nasabah dengan Check Up Kesehatan Premium
Rabu, 23 September 2026, 23.29 WITA

MagangHub Bukan Pengganti Pekerja Tetap, Tegas Menaker
Rabu, 23 September 2026, 23.29 WITA

Manajer Kopdes Merah Putih Jadi Pegawai BUMN dengan Kontrak Dua Tahun
Rabu, 23 September 2026, 23.29 WITA

8.000 Kartu Kredit Digital Aktif, BI Perkuat Pembayaran Berbasis QRIS
Rabu, 23 September 2026, 23.27 WITA

KAI Usulkan Impor KRL Bekas Jepang Tutup Kekurangan Sarana
Rabu, 23 September 2026, 23.27 WITA

Kredit Perbankan Tumbuh 13,65% di Agustus 2026, Didukung Insentif KLM
Rabu, 23 September 2026, 23.27 WITA

Pemerintah Siap Cabut Izin Toko Melanggar Harga Beras Bulog
Rabu, 23 September 2026, 23.27 WITA

60 Sekolah Rakyat Gelombang Ketiga Siap Dibangun dengan Dukungan Anggaran Baru
Rabu, 23 September 2026, 23.27 WITA

