70 Juta Anak Indonesia Harus Terlindungi dari Dampak AI
Menteri Komunikasi dan Digital menegaskan perlindungan 70 juta anak Indonesia dari risiko kecerdasan buatan dalam forum PBB, menekankan kolaborasi global untuk menjaga hak dan keselamatan anak di era digital.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 21.00 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 9x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Di tengah percepatan transformasi digital global, Menteri Komunikasi dan Digital menyampaikan kekhawatiran serius atas keterpaparan 70 juta anak di Indonesia terhadap potensi bahaya yang muncul dari perkembangan kecerdasan buatan. Pernyataan ini disampaikan dalam forum internasional di sela Sidang Umum PBB, menekankan bahwa anak-anak tidak boleh menjadi korban tak sadar dari inovasi teknologi yang terus berkembang tanpa pengawasan.
Ia menekankan bahwa perlindungan anak bukanlah tanggung jawab tunggal pihak mana pun, melainkan harus menjadi komitmen bersama dari berbagai pemangku kepentingan. Dari orang tua hingga platform digital, dari pemerintah hingga institusi pendidikan, semua harus berperan aktif dalam memastikan bahwa teknologi AI tidak merusak hak dasar anak, termasuk privasi, keselamatan, dan kesejahteraan.
Indonesia turut serta dalam inisiatif Global Coalition for Children's Rights and Protection in the Age of AI yang digagas oleh sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden Prancis, Perdana Menteri Spanyol, Presiden Kenya, dan Perdana Menteri Australia. Dalam forum tersebut, koalisi meluncurkan roadmap strategis 2026–2027 yang mencakup penguatan privasi sejak desain teknologi, standar pengujian, literasi digital, serta mekanisme penanganan penyalahgunaan AI seperti deepfake dan konten kekerasan seksual terhadap anak.
Menkomdigi menegaskan bahwa pembentukan tata kelola AI harus memasukkan kepentingan anak sebagai elemen krusial. Ia menekankan bahwa dunia sedang menyusun aturan dasar untuk AI, dan Indonesia berkomitmen agar suara anak-anak ikut diperhitungkan dalam proses pembentukan kebijakan global. Perlindungan anak bukan pilihan, melainkan kewajiban kolektif yang harus diwujudkan sejak dini.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Qualcomm Perkenalkan Chipset Terbaru untuk Smartphone Premium
Qualcomm meluncurkan dua chipset flagship baru, Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dan 8 Elite Gen 6, yang menawarkan kinerja tinggi, dukungan AI agentic, dan fitur multimedia canggih untuk perangkat premium.
24 September 2026

Indonesia-Rusia Jajaki Kolaborasi Satelit dan Kecerdasan Buatan
Pemerintah Indonesia dan Rusia memperdalam pembicaraan tentang kerja sama teknologi satelit dan kecerdasan buatan untuk mendukung transformasi digital nasional.
24 September 2026

Status Kepegawaian Manajer Kopdes Diperjelas, Dua Pernyataan Berbeda Muncul
Penjelasan berbeda dari pejabat BUMN mengenai status kepegawaian manajer Kopdes Merah Putih memicu kebingungan, meski semua menyepakati skema PKWT dua tahun dan keterlibatan Agrinas sebagai pelaksana.
24 September 2026

Manajer Kopdes Merah Putih Resmi Jadi Pegawai BUMN dengan PKWT Dua Tahun
Manajer Koperasi Desa Merah Putih ditetapkan sebagai pegawai BUMN melalui PKWT dua tahun berdasarkan Perpres 82/2026 yang telah ditandatangani.
24 September 2026
Berita Lainnya

Mobil Penumpang Kapal Pesiar Dipenuhi Anak Laba-Laba di Galveston
Kamis, 24 September 2026, 23.15 WITA

Vaksindo Ekspor Vaksin Unggas ke Afrika, Capai Rp1,9 Miliar
Kamis, 24 September 2026, 23.15 WITA

Gen Z AS Dorong Masuknya Mobil Listrik China
Kamis, 24 September 2026, 23.13 WITA

Anggaran Kemenhub 2027 Rp32,9 Triliun, Laut Terbesar
Kamis, 24 September 2026, 23.04 WITA

Anggaran 2027 Basarnas Belum Cukup, Kekurangan Rp2,29 Triliun
Kamis, 24 September 2026, 23.04 WITA

Layanan MCU Baru di Sulawesi Tenggara Perkuat Deteksi Dini Risiko Penyakit
Kamis, 24 September 2026, 23.04 WITA

Pemerintah Masih Rancang Desain Program Rekening Gratis
Kamis, 24 September 2026, 23.04 WITA

Raja Salman Tuding Houthi Milisi Teroris Usai Serangan ke Makkah
Kamis, 24 September 2026, 23.03 WITA

