Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Raja Salman Tuding Houthi Milisi Teroris Usai Serangan ke Makkah

Raja Salman mengecam Houthi sebagai milisi teroris dan menyalahkan mereka atas serangan drone ke arah Makkah, memicu peringatan keamanan pertama dalam dekade terakhir.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 23.03 WITA·👁 6 orang membaca· 0 hari ini · 44x dibuka
Raja Salman Tuding Houthi Milisi Teroris Usai Serangan ke Makkah📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud mengutuk keras kelompok Houthi Yaman dalam rapat kabinet, menilai mereka sebagai kelompok teroris yang sengaja mengarahkan serangan ke kota suci Makkah. Pernyataan tegas ini disampaikan pada Selasa (22/9/2026), menandai intervensi langka dari pemimpin kerajaan yang biasanya menyerahkan urusan harian kepada Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Raja menekankan bahwa tindakan Houthi dinilai sebagai "kejahatan keji" yang menyerang perasaan umat Islam global.

Insiden terbaru yang memicu kecaman adalah munculnya drone yang diluncurkan dari wilayah Yaman dan diduga mengarah ke Makkah. Arab Saudi mengklaim berhasil mencegat drone tersebut, namun Houthi membantah tudingan tersebut dan menyebut laporan Saudi sebagai "kebohongan keji". Peristiwa ini memicu aktivasi peringatan keamanan di Makkah untuk pertama kalinya dalam hampir sepuluh tahun, mengingat kota tersebut merupakan lokasi Ka'bah, simbol utama keimanan umat Islam.

Raja Salman juga memberikan apresiasi kepada militer dan keamanan nasional atas upaya mereka menjaga kedaulatan dan keamanan tempat-tempat suci serta jamaah haji dan umrah. Ia menegaskan komitmen penuh negara untuk melindungi warga dan infrastruktur krusial dari segala bentuk agresi. Pernyataan ini disampaikan melalui laporan resmi dari Saudi Press Agency, yang mencatat eskalasi serangan drone dan rudal Houthi sebagai ancaman terbesar terhadap keamanan Saudi dalam beberapa tahun terakhir.

Serangan-serangan ini tidak hanya menargetkan Makkah, tetapi juga menjangkau kota-kota strategis seperti Riyadh dan fasilitas energi penting. Pada Sabtu, pertahanan udara Saudi berhasil menangkal rudal balistik yang ditembakkan dari Yaman menuju ibu kota. Ledakan dari area penyimpanan bahan bakar di dekat Bandara Internasional King Khalid memicu kepulan asap hitam, menunjukkan potensi kerusakan besar. Ancaman ini juga mengkhawatirkan pasokan energi global, mengingat Houthi kini menguasai sepanjang garis pantai Laut Merah Yaman sebagai jalur alternatif ekspor minyak Saudi.

Di tengah ketegangan yang meningkat, Arab Saudi, Turki, dan Pakistan telah menandatangani perjanjian pertahanan bersama di Mecca, yang menetapkan bahwa serangan terhadap salah satu negara akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya. Perjanjian ini menjadi respons strategis terhadap dinamika konflik regional yang semakin kompleks, terutama menyusul eskalasi di kawasan Timur Tengah sejak awal tahun ini.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya