Vaksindo Ekspor Vaksin Unggas ke Afrika, Capai Rp1,9 Miliar
PT Vaksindo Satwa Nusantara sukses mengekspor vaksin hewan senilai Rp1,9 miliar ke empat negara Afrika sebagai langkah ekspansi pasar pertama di benua tersebut.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 23.15 WITA·👁 7 orang membaca· 0 hari ini · 123x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perusahaan produsen vaksin hewan asal Indonesia, PT Vaksindo Satwa Nusantara, berhasil mengekspor produknya ke empat negara di Afrika, yakni Zambia, Kongo, Uganda, dan Malawi, dengan nilai mencapai USD106.875 atau setara Rp1,9 miliar. Pengiriman ini menjadi tonggak sejarah sebagai ekspor perdana Vaksindo ke kawasan Afrika, menandai perluasan pasar global yang telah sebelumnya meliputi lebih dari 25 negara di Asia, Timur Tengah, dan Amerika Latin.
Produk yang diekspor terdiri dari sepuluh jenis vaksin khusus unggas, termasuk Vaksimune NDL IB Plus, Vaksimune IBH Duo, Vaksimune ND Inaktif, serta berbagai varian lainnya yang dirancang untuk mencegah penyakit menular seperti Newcastle Disease, Infectious Bronchitis, dan Coryza. Semua vaksin tersebut dirancang untuk mendukung pengendalian penyakit yang dapat merusak produktivitas peternakan dan berdampak pada ketahanan pangan lokal.
Teguh Yodiantara Prajitno, Presiden Direktur Vaksindo sekaligus pimpinan divisi kesehatan hewan di PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, menegaskan bahwa ekspansi ke Afrika merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam menyediakan solusi kesehatan hewan berkualitas tinggi secara global. Ia menyebut bahwa keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan daya saing produk dalam negeri, tetapi juga menunjukkan potensi pasar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan.
Kementerian Pertanian melalui Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menyambut positif pencapaian ekspor tersebut sebagai bentuk penguatan industri obat hewan nasional. Ia menekankan bahwa keberhasilan ekspor didukung oleh sistem pengawasan ketat, termasuk sertifikasi CPOHB dan proses registrasi yang ketat. Upaya ini, kata Agung, sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat ekosistem kesehatan hewan berkelanjutan.
Vaksindo menyatakan tetap terbuka untuk menjajaki kerja sama dengan mitra di wilayah lain, termasuk kawasan Afrika Barat dan Timur. Perusahaan menekankan bahwa tujuan utamanya adalah memastikan peternak di berbagai negara mendapatkan akses terhadap vaksin berkualitas tinggi, yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas sektor peternakan dan mendukung ketahanan pangan global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Minat Investor Indonesia ke Saham AS Melesat
Tren investasi saham Amerika Serikat di Indonesia meningkat pesat berkat akses lebih mudah dan regulasi yang mendukung melalui mekanisme PALN.
25 September 2026

Komisaris MEDC Lepas 3 Juta Saham, Kepemilikan Menyusut
Komisaris Medco Energi Internasional, Roberto Lorado, menjual 3 juta saham MEDC dengan nilai Rp1,500 per saham, menurunkan kepemilikannya dari 0,05% menjadi 0,04%.
25 September 2026

BRI Money Changer Hadir di Titik Strategis untuk Kemudahan Tukar Valas
Layanan penukaran mata uang asing BRI hadir di lokasi strategis seperti bandara, pelabuhan, dan pusat perbelanjaan, memudahkan nasabah memenuhi kebutuhan valas sebelum bepergian ke luar negeri.
25 September 2026

OJK Cabut Izin BPRS Musyarakah Ummat Indonesia
OJK mencabut izin usaha BPRS Musyarakah Ummat Indonesia di Tangerang, menutup bank ke-15 sepanjang 2026, berdasarkan keputusan resmi dan proses likuidasi yang dipimpin LPS.
25 September 2026
Berita Lainnya

Menkomdigi Dorong Telin Jadi Jembatan Digital Indonesia Global
Jumat, 25 September 2026, 23.26 WITA

Danantara Dilibatkan Perkuat Pengelolaan Dana Pensiun BUMN
Jumat, 25 September 2026, 23.25 WITA

Mendag Perkuat Komunikasi dengan Ritel Atasi Kelangkaan Beras Premium
Jumat, 25 September 2026, 23.25 WITA

CIMB Niaga Dapat Dua Penghargaan Global untuk Pembiayaan Berkelanjutan
Jumat, 25 September 2026, 23.24 WITA

OJK Perbarui Aturan Pelaporan Insidental untuk Sektor Modal dan Karbon
Jumat, 25 September 2026, 23.24 WITA

BCA Tegaskan Isu Akuisisi oleh Haji Isam Tidak Benar
Jumat, 25 September 2026, 23.24 WITA

Menhub Lantik Ahmad sebagai Ketua KNKT 2026–2030
Jumat, 25 September 2026, 23.24 WITA

Indonesia Perkuat Ekspor Melalui Perjanjian Dagang dengan AS
Jumat, 25 September 2026, 23.24 WITA

