Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Presiden Suriah: Bangkit dari Krisis, Tuntut Hukum atas Agresi Israel

Presiden Ahmed Al Sharaa menyatakan Suriah kini bangkit dan menyerukan keadilan internasional atas serangan berulang Israel di wilayahnya dalam pidato di Sidang Majelis Umum PBB.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 23.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Presiden Suriah: Bangkit dari Krisis, Tuntut Hukum atas Agresi Israel📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Suriah Ahmed Al Sharaa secara tegas menyatakan bahwa negaranya kini sedang bangkit dari masa krisis yang panjang, dalam kesempatan pidato di Sidang Majelis Umum PBB di New York. Ia menekankan bahwa Suriah telah kembali ke panggung internasional sebagai negara yang stabil dan berdaulat, setelah satu tahun sejak pertama kali berpidato di forum global tersebut. Pernyataan itu disampaikan dengan nada optimis namun tegas, menandai transformasi yang telah terjadi di berbagai sektor nasional.

Al Sharaa menyoroti pemulihan institusi sipil dan militer yang kini berjalan secara sistematis, seiring dengan pencabutan sanksi internasional dan dimulainya proses rekonstruksi infrastruktur. Ia menekankan pentingnya penguatan kelembagaan negara, peningkatan kapasitas aparatur, serta penegakan hukum yang lebih efektif, termasuk dalam penanganan perdagangan narkoba dan pembentukan kemitraan strategis global.

Namun, di tengah upaya pemulihan, Al Sharaa kembali mengutuk aksi militer Israel yang terus mengancam kedaulatan Suriah. Ia menyebut terjadi lebih dari 500 serangan udara, lebih dari 1.200 penyusupan militer, serta 300 penangkapan oleh pasukan Israel di wilayah Suriah. Ia menilai tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip perdamaian global dan mengingatkan pada praktik kolonialisme yang seharusnya telah berakhir.

Dalam pidatonya, Al Sharaa menyerukan penarikan pasukan Israel dari wilayah yang diduduki dan pemulihan komitmen terhadap perjanjian damai tahun 1974. Ia menegaskan bahwa Suriah menolak upaya Israel menciptakan fakta di lapangan yang tidak dapat dibatalkan. Ia menekankan bahwa perdamaian yang adil hanya bisa terwujud jika semua pihak menghargai hak-hak dan kemerdekaan negara lain.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya