Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Houthi Serukan Boikot Dukungan ke Saudi, Sebut Serangan ke Penjara dan Warga Sipil Kriminal

Houthi menyerukan seluruh negara Arab dan Muslim menolak membantu Saudi, sambil mengungkap serangan baru yang menewaskan enam warga sipil, termasuk dua anak-anak, di al-Jawf dan Ta'iz.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 23.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Houthi Serukan Boikot Dukungan ke Saudi, Sebut Serangan ke Penjara dan Warga Sipil Kriminal📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Juru bicara gerakan Houthi, Omar al-Bukhaiti, menggarisbawahi kecaman tajam terhadap serangan terbaru yang dilancarkan Arab Saudi terhadap wilayah Yaman, khususnya menyerang penjara tempat tawanan perang ditahan. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut mencerminkan penurunan moral yang ekstrem dari pihak kerajaan, yang bahkan tidak menjaga nyawa pasukan yang bertempur di barisan mereka. Al-Bukhaiti menilai bahwa serangan terhadap lokasi yang berisi tawanan menunjukkan sikap kejam dan tidak manusiawi dari pihak Riyadh.

Dalam kurun waktu 48 jam terakhir, Houthi melaporkan terjadi serangkaian aksi militer yang menargetkan wilayah al-Jawf dan Ta'iz, termasuk sebuah insiden yang disebut sebagai "kejahatan keji" akibat serangan ke sebuah rumah penduduk. Peristiwa itu mengakibatkan tewasnya enam warga sipil, di antaranya dua anak-anak dan seorang perempuan, sementara beberapa lainnya mengalami luka-luka. Al-Bukhaiti menekankan bahwa insiden ini menjadi bukti nyata atas sifat kriminal dan tidak berperikemanusiaan dari kebijakan militer Saudi.

Ia juga menegaskan bahwa tindakan tersebut memberikan legitimasi penuh bagi rakyat Yaman untuk melakukan perlawanan terhadap agresi yang dilancarkan oleh pihak lawan. Menurut al-Bukhaiti, setiap upaya membela diri dan menegaskan kedaulatan wilayah merupakan hak yang sah dalam konteks konflik yang terus berkecamuk. Ia menyerukan solidaritas dari seluruh negara Arab dan Muslim untuk tidak memberikan dukungan apa pun kepada Saudi dalam operasi militer yang menargetkan warga sipil.

Pernyataan ini menjadi bagian dari upaya Houthi untuk memperkuat posisi diplomasi dan moral dalam konflik yang telah berlangsung bertahun-tahun. Dengan menyoroti korban sipil dan kekejaman serangan, kelompok tersebut berharap dapat menarik perhatian internasional dan memperkuat narasi bahwa konflik di Yaman bukan sekadar perang antar kelompok, melainkan bentuk perlawanan terhadap pendudukan dan agresi asing.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya