Houthi Serukan Boikot Dukungan ke Saudi, Sebut Serangan ke Penjara dan Warga Sipil Kriminal
Houthi menyerukan seluruh negara Arab dan Muslim menolak membantu Saudi, sambil mengungkap serangan baru yang menewaskan enam warga sipil, termasuk dua anak-anak, di al-Jawf dan Ta'iz.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 23.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Juru bicara gerakan Houthi, Omar al-Bukhaiti, menggarisbawahi kecaman tajam terhadap serangan terbaru yang dilancarkan Arab Saudi terhadap wilayah Yaman, khususnya menyerang penjara tempat tawanan perang ditahan. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut mencerminkan penurunan moral yang ekstrem dari pihak kerajaan, yang bahkan tidak menjaga nyawa pasukan yang bertempur di barisan mereka. Al-Bukhaiti menilai bahwa serangan terhadap lokasi yang berisi tawanan menunjukkan sikap kejam dan tidak manusiawi dari pihak Riyadh.
Dalam kurun waktu 48 jam terakhir, Houthi melaporkan terjadi serangkaian aksi militer yang menargetkan wilayah al-Jawf dan Ta'iz, termasuk sebuah insiden yang disebut sebagai "kejahatan keji" akibat serangan ke sebuah rumah penduduk. Peristiwa itu mengakibatkan tewasnya enam warga sipil, di antaranya dua anak-anak dan seorang perempuan, sementara beberapa lainnya mengalami luka-luka. Al-Bukhaiti menekankan bahwa insiden ini menjadi bukti nyata atas sifat kriminal dan tidak berperikemanusiaan dari kebijakan militer Saudi.
Ia juga menegaskan bahwa tindakan tersebut memberikan legitimasi penuh bagi rakyat Yaman untuk melakukan perlawanan terhadap agresi yang dilancarkan oleh pihak lawan. Menurut al-Bukhaiti, setiap upaya membela diri dan menegaskan kedaulatan wilayah merupakan hak yang sah dalam konteks konflik yang terus berkecamuk. Ia menyerukan solidaritas dari seluruh negara Arab dan Muslim untuk tidak memberikan dukungan apa pun kepada Saudi dalam operasi militer yang menargetkan warga sipil.
Pernyataan ini menjadi bagian dari upaya Houthi untuk memperkuat posisi diplomasi dan moral dalam konflik yang telah berlangsung bertahun-tahun. Dengan menyoroti korban sipil dan kekejaman serangan, kelompok tersebut berharap dapat menarik perhatian internasional dan memperkuat narasi bahwa konflik di Yaman bukan sekadar perang antar kelompok, melainkan bentuk perlawanan terhadap pendudukan dan agresi asing.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Putusan Bebas Tak Bisa Digugat, Korban Kekerasan Seksual Terjebak Kekuatan Hukum
Vonis bebas yang dikeluarkan pengadilan kini tidak bisa diajukan banding atau kasasi, memperparah perjuangan korban kekerasan seksual seperti anak lima tahun di Bandung.
23 September 2026

Calon Gubernur Peru Tewas Ditembak Saat Kampanye di Pasar
Seorang calon gubernur Peru yang juga mantan jurnalis tewas ditembak di pasar saat melakukan kampanye jelang pemilu, dengan penyelidikan mengungkap rencana pembunuhan terencana.
23 September 2026
Calon Gubernur Peru Tewas Ditembak Saat Kampanye di Pasar
Eks jurnalis dan calon gubernur Anchas, Susy Aponte Polo, tewas ditembak saat berorasi di pasar Kota Caraz pada 19 September, dengan pelaku ditangkap dalam waktu singkat.
23 September 2026

Hakim MK Desak KPU Transparansi Verifikasi Dokumen Gibran
Hakim Mahkamah Konstitusi Arsul Sani meminta KPU menjelaskan rinci dokumen yang divalidasi dalam verifikasi syarat pendidikan bakal calon wakil presiden Gibran Rakabuming Raka.
23 September 2026
Berita Lainnya

BSI Hasanah KKI Card Capai 10.000 Pengguna dalam Sebulan
Rabu, 23 September 2026, 23.30 WITA

BSI Gelar Expo 2026 Dorong Produk Lokal ke Pasar Global
Rabu, 23 September 2026, 23.30 WITA

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75% Usai RDG Tatap Muka Pertama Destry Damayanti
Rabu, 23 September 2026, 23.29 WITA

Impor Gula Kristal Mentah Tak untuk Konsumsi, Justru untuk Industri
Rabu, 23 September 2026, 23.29 WITA

BRI Private Perkuat Layanan Nasabah dengan Check Up Kesehatan Premium
Rabu, 23 September 2026, 23.29 WITA

MagangHub Bukan Pengganti Pekerja Tetap, Tegas Menaker
Rabu, 23 September 2026, 23.29 WITA

Manajer Kopdes Merah Putih Jadi Pegawai BUMN dengan Kontrak Dua Tahun
Rabu, 23 September 2026, 23.29 WITA

Pajak Tak Dipungut Capai Rp576 Triliun, Tujuannya Dorong Ekonomi
Rabu, 23 September 2026, 23.28 WITA

