Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Calon Gubernur Peru Tewas Ditembak Saat Kampanye di Pasar

Eks jurnalis dan calon gubernur Anchas, Susy Aponte Polo, tewas ditembak saat berorasi di pasar Kota Caraz pada 19 September, dengan pelaku ditangkap dalam waktu singkat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 23.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Calon Gubernur Peru Tewas Ditembak Saat Kampanye di Pasar📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kampanye politik yang seharusnya menjadi momentum perjuangan demokrasi berakhir tragis di Kota Caraz, Peru, saat calon gubernur Anchas, Susy Aponte Polo, tewas ditembak langsung di depan kamera. Insiden terjadi pada 19 September, saat ia sedang menyampaikan pidato di tengah keramaian pasar lokal. Aksi penyerangan itu terjadi dalam hitungan detik, tanpa peringatan sebelumnya, menimbulkan keguncangan di kalangan masyarakat dan kalangan politik setempat.

Pelaku penembakan berhasil ditangkap oleh pengawal korban dalam waktu singkat. Ia diketahui bernama Louis Ican Obispo Diaz, warga negara Venezuela yang sedang berada di wilayah tersebut. Penangkapan dilakukan di lokasi kejadian setelah upaya pengejaran singkat, dengan pelaku tidak melakukan perlawanan. Keterangan awal menyebutkan bahwa pelaku sempat melarikan diri, tetapi berhasil dilacak dan ditangkap dalam kondisi masih membawa senjata.

Hasil penyelidikan awal dari aparat keamanan Peru menyatakan bahwa insiden tersebut merupakan pembunuhan terencana, bukan tindakan kekerasan berbasis gender atau femisida. Penyidik menekankan bahwa motif penyerangan diduga berkaitan dengan konflik politik dan personal, bukan karena status korban sebagai perempuan. Bukti-bukti dari lokasi kejadian, termasuk rekaman kamera pengintai dan saksi mata, mendukung dugaan adanya rencana matang dalam penyerangan tersebut.

Kematian Susy Aponte Polo menjadi peringatan keras tentang meningkatnya ancaman terhadap tokoh politik di wilayah tersebut, terutama yang aktif dalam kampanye publik. Ia dikenal sebagai eks jurnalis yang konsisten mengangkat isu keadilan sosial dan transparansi pemerintahan. Kini, kematian tragisnya memicu seruan dari berbagai kelompok masyarakat untuk memperkuat perlindungan terhadap tokoh publik, khususnya dalam konteks kampanye politik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya