Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Tim Khusus Evaluasi Anggaran Kuliah Gratis Dibentuk

Presiden Prabowo Subianto bentuk tim khusus untuk kaji anggaran dan implementasi kuliah gratis di PTN, dengan target selesai dalam dua pekan hingga sebulan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 23.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Tim Khusus Evaluasi Anggaran Kuliah Gratis Dibentuk📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah resmi membentuk tim khusus untuk melakukan telaah menyeluruh terhadap wacana pendidikan gratis, khususnya pada jenjang perguruan tinggi negeri. Tim ini dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, dengan melibatkan sejumlah menteri dan lembaga terkait, termasuk Mensesneg Prasetyo Hadi, Menag Nasaruddin Umar, Menkeu Suahasil Nazara, serta Kementerian Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Sektor Terkait.

Kegiatan ini dilandasi arahan Presiden agar seluruh aspek pendanaan dan mekanisme pelaksanaan dipelajari secara mendalam. Menurut Menteri Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Kebudayaan (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, tim akan melakukan 'breakdown' terhadap perhitungan anggaran yang telah dilakukan sebelumnya, termasuk analisis terhadap komponen pendapatan kampus seperti Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Iuran Pengembangan Institusi (IPI).

Brian menegaskan bahwa kajian awal telah dilakukan oleh Kementerian, termasuk pengumpulan data biaya per mahasiswa berdasarkan program studi. Namun, hasil tersebut tetap perlu dikaji ulang secara komprehensif agar sesuai dengan ketersediaan anggaran dalam APBN. Ia menegaskan bahwa keinginan untuk mewujudkan kuliah gratis tidak bisa dilakukan secara mendadak, melainkan melalui tahapan yang matang dan berkelanjutan.

Tim khusus ini ditargetkan menyelesaikan kajiannya dalam waktu dua pekan hingga satu bulan ke depan. Hasilnya akan menjadi dasar penyusunan kebijakan strategis yang mempertimbangkan keseimbangan fiskal negara serta keberlanjutan sistem pendidikan tinggi. Tujuan utamanya adalah mewujudkan akses pendidikan tinggi yang lebih merata dan terjangkau tanpa mengorbankan kualitas layanan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya