8.000 Kartu Kredit Digital Aktif, BI Perkuat Pembayaran Berbasis QRIS
Sebanyak 8.000 kartu kredit digital Indonesia telah aktif digunakan sejak peluncuran pada Agustus 2026, dengan nilai transaksi mencapai Rp18,7 miliar dalam waktu singkat.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 23.27 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 3x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sejak diluncurkan pada 17 Agustus 2026, sebanyak 32.457 kartu kredit digital Indonesia (KKI) telah diterbitkan oleh lembaga perbankan, dengan hampir 8.000 di antaranya sudah berfungsi secara aktif dalam transaksi. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menyebutkan perkembangan ini sebagai indikator positif atas adopsi sistem pembayaran berbasis kredit melalui QRIS. Ia menegaskan bahwa meskipun jumlah kartu yang terbit sudah signifikan, penggunaan nyata masih dalam tahap awal, namun menunjukkan potensi besar di masa depan.
Dari total pengguna aktif, BCA menjadi institusi yang paling banyak menerbitkan KKI, dengan sekitar 28 ribu pengguna. Diikuti oleh BRI dan Permata Bank yang masing-masing mencatatkan sekitar 1.500 pengguna. Secara keseluruhan, sekitar 38.800 transaksi telah dilakukan menggunakan KKI, dengan nilai total mencapai Rp18,7 miliar. Rata-rata nilai setiap transaksi atau ticket size berada di angka Rp482 ribu, menunjukkan tingkat penggunaan yang cukup tinggi per transaksi.
Penggunaan KKI berbeda dari sistem QRIS konvensional yang mengandalkan saldo tabungan atau uang elektronik. Dengan KKI, dana yang digunakan berasal dari kredit, sehingga pemegang kartu dapat menunda pembayaran hingga jatuh tempo, biasanya sekitar satu bulan setelah transaksi. Jika tagihan dilunasi secara penuh, tidak ada biaya bunga yang dikenakan. Namun, jika pembayaran tertunda, maka akan dikenai bunga sesuai aturan yang berlaku. Langkah ini dirancang untuk menjadi penyangga konsumsi masyarakat, terutama bagi mereka yang mengalami keterlambatan penerimaan dana, seperti mahasiswa yang belum menerima kiriman dari keluarga.
Bank Indonesia akan melanjutkan pengembangan KKI secara bertahap. Tahap kedua akan memperluas fungsi kartu digital untuk transaksi online, termasuk di platform e-commerce. Tahap ketiga akan mencakup penerbitan kartu fisik, yang diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan penerimaan luas di masyarakat. Di sisi lain, BI juga mencatat kemajuan signifikan dalam transaksi lintas negara menggunakan mata uang lokal (LCT), dengan nilai hingga Agustus 2026 mencapai US$49,4 miliar, hampir dua kali lipat dari realisasi tahun 2025. Kerja sama LCT kini melibatkan tujuh negara, termasuk China, Jepang, dan Singapura, dengan rencana perluasan ke India, Filipina, dan Hong Kong untuk memperkuat ketahanan eksternal nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

BSI Hasanah KKI Card Capai 10.000 Pengguna dalam Sebulan
Kartu kredit syariah BSI Hasanah KKI Card telah menembus jumlah pengguna 10.000 hanya sebulan setelah peluncuran, menunjukkan respons positif dari masyarakat.
23 September 2026

BSI Gelar Expo 2026 Dorong Produk Lokal ke Pasar Global
BSI menggelar BSI International Expo 2026 dengan target tingkatkan bisnis pelaku usaha lokal hingga 30% melalui akses pasar global dan kolaborasi strategis.
23 September 2026

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75% Usai RDG Tatap Muka Pertama Destry Damayanti
Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan sebesar 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur pertama secara langsung sejak pandemi, dengan dukungan penuh dari seluruh anggota dewan.
23 September 2026

Impor Gula Kristal Mentah Tak untuk Konsumsi, Justru untuk Industri
Kemenperin tegaskan impor Gula Kristal Mentah 2026 tetap sesuai neraca komoditas dan hanya untuk kebutuhan industri, bukan pasar konsumen.
23 September 2026
Berita Lainnya

BRI Private Perkuat Layanan Nasabah dengan Check Up Kesehatan Premium
Rabu, 23 September 2026, 23.29 WITA

MagangHub Bukan Pengganti Pekerja Tetap, Tegas Menaker
Rabu, 23 September 2026, 23.29 WITA

Manajer Kopdes Merah Putih Jadi Pegawai BUMN dengan Kontrak Dua Tahun
Rabu, 23 September 2026, 23.29 WITA

Pajak Tak Dipungut Capai Rp576 Triliun, Tujuannya Dorong Ekonomi
Rabu, 23 September 2026, 23.28 WITA

KAI Usulkan Impor KRL Bekas Jepang Tutup Kekurangan Sarana
Rabu, 23 September 2026, 23.27 WITA

Kredit Perbankan Tumbuh 13,65% di Agustus 2026, Didukung Insentif KLM
Rabu, 23 September 2026, 23.27 WITA

Pemerintah Siap Cabut Izin Toko Melanggar Harga Beras Bulog
Rabu, 23 September 2026, 23.27 WITA

60 Sekolah Rakyat Gelombang Ketiga Siap Dibangun dengan Dukungan Anggaran Baru
Rabu, 23 September 2026, 23.27 WITA

