Rabu, 30 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rekaman CCTV Ungkap Perjalanan Terakhir Sutrimo Sebelum Meninggal

Rekaman CCTV memperlihatkan aktivitas terakhir Sutrimo sebelum ditemukan meninggal di Klinik Mordent, Jakarta Selatan, diduga akibat edema paru akut akibat penyakit jantung iskemik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 23.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Rekaman CCTV Ungkap Perjalanan Terakhir Sutrimo Sebelum Meninggal📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Rekaman CCTV yang dikumpulkan penyidik Polda Metro Jaya mengungkapkan pergerakan terakhir Sutrimo pada Rabu (22/7/2026) malam, sehari sebelum kematiannya. Pada pukul 21.20 WIB, korban terlihat melintas di depan Klinik SAS menggunakan sepeda motor Mio dengan nomor polisi tertentu, kemudian didorong oleh seseorang. Pergerakan ini tercatat hingga pukul 21.33 WIB, menunjukkan aktivitas yang tidak lazim.

Pada Kamis (23/7/2026), korban kembali terpantau menggunakan sepeda motor Jupiter merah di sekitar Jalan Petogogan 2. Setelah itu, sekitar pukul 01.46 WIB, rekaman menunjukkan Sutrimo berboncengan dengan seseorang yang melintas di Jalan Radio Dalam 1. Mereka kemudian berhenti di warung Pecel Lele Sambal Setan sebelum melanjutkan perjalanan ke Jalan Kiai Haji Ahmad Dahlan. Setelah makan, korban kembali ke Klinik Mordent.

Pada pukul 03.11 WIB, korban terlihat berhenti di depan klinik, kemudian terpantau kembali ke lokasi kejadian sekitar pukul 08.53 WIB. Saat ambulans tiba, Sutrimo telah terbaring di bawah tangga halaman klinik, ditutupi seprai biru motif bunga, dengan kepala di alasi handuk merah. Saat penutup dibuka, ditemukan busa putih keluar dari mulut dan hidung, disertai cairan kekuningan yang mengalir saat dibersihkan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan ekshumasi, penyebab kematian Sutrimo dinyatakan sebagai penyakit jantung iskemik. Busa yang keluar dari mulut disebabkan oleh edema paru akut, yaitu akumulasi cairan di paru-paru yang mengganggu saluran napas. Hasil tersebut dikonfirmasi oleh tim ekshumasi, termasuk Ketua Tim Ahmad Yudianto, yang menegaskan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau unsur pidana dalam peristiwa ini.

Ambulans pertama tiba di lokasi sekitar pukul 08.53 WIB dan membawa korban ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring, tiba pukul 09.09 WIB. Setelah dilakukan pemeriksaan di UGD, jenazah dipindahkan ke ambulans lain dan dikirim ke Banyumas, Jawa Tengah. Jenazah tiba di desa asal pada pukul 22.10 WIB dan dimakamkan pada pukul 23.30 WIB di TPU Bantar Agung, Kecamatan Wangon.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya