Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rote Ndao Siap Jadi Pusat Garam Nasional 2026

Proyek kawasan garam raksasa di Rote Ndao, NTT, menargetkan panen perdana November 2026 dengan kapasitas produksi nasional naik signifikan hingga 5 juta ton pada 2029.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 16.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Rote Ndao Siap Jadi Pusat Garam Nasional 2026📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah kini mempercepat realisasi kemandirian garam nasional melalui pengembangan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (KSIGN) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Dengan total area pengembangan mencapai 10.764 hektare, sebagian besar wilayah tersebut dibangun di atas lahan seluas 2.000 hektare melalui skema kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, sementara sisanya dikerjakan oleh investor melalui pendekatan investasi langsung.

Hingga kini, tahap pertama pembangunan telah menyelesaikan 616 hektare, sementara tahap kedua sedang dalam proses eksekusi seluas 751 hektare. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah memulai uji coba produksi di area yang telah selesai dibangun, dengan target panen perdana pada November 2026. Investasi yang ditanamkan untuk wilayah 2.000 hektare mencapai Rp2 triliun, menjadi bagian dari strategi nasional dalam mengurangi ketergantungan impor.

Target produksi garam nasional secara bertahap akan meningkat dari baseline 1 juta ton menjadi 2,5 juta ton pada 2026, 3,5 juta ton pada 2027, dan mencapai 5 juta ton pada 2029. Seiring dengan itu, volume impor garam diproyeksikan menurun dari 2,6 juta ton saat ini menjadi 2 juta ton pada 2026, 1 juta ton di 2027, dan mencapai nol pada 2029, menjadikan Indonesia swasembada garam dalam lima tahun ke depan.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (BAKOM) menekankan ironi yang terjadi: meskipun Indonesia memiliki garis pantai terpanjang di dunia, negara ini masih harus mengimpor garam dalam jumlah besar. Penyelesaian masalah ini menjadi kunci utama dari program strategis ini, yang diharapkan mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya