Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rusia Syaratkan Kesepakatan Sebelum Zelensky Bertemu Putin

Rusia menegaskan pertemuan antara Putin dan Zelensky hanya mungkin terjadi jika sudah ada kesepakatan konkret, bukan sekadar pembicaraan formal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 03.52 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 16x dibuka
Rusia Syaratkan Kesepakatan Sebelum Zelensky Bertemu Putin📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Luar Negeri Rusia melalui juru bicaranya, Dmitry Peskov, menyatakan bahwa pertemuan langsung antara Presiden Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky hanya dapat dipertimbangkan jika sebelumnya telah tercapai kesepakatan yang mengikat. Peskov menekankan bahwa proses penyelesaian konflik bukanlah hal yang sederhana, melainkan merupakan tahap kompleks yang mencakup banyak aspek teknis dan politik. Ia menilai, pertemuan tanpa dasar kesepakatan hanya akan menjadi bentuk formalitas tanpa kontribusi nyata terhadap penyelesaian perang.

Pernyataan ini muncul menyusul kabar bahwa Direktur CIA John Ratcliffe melakukan kunjungan ke Moskow pekan lalu, yang dikabarkan membahas kemungkinan pertemuan trilateral antara Putin, Zelensky, dan mantan Presiden AS Donald Trump. Peskov mengonfirmasi bahwa pembicaraan semacam itu memang telah berlangsung sejak beberapa waktu lalu, namun menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak akan bermanfaat jika hanya difokuskan pada pembahasan rincian konflik. Menurutnya, pertemuan harus ditujukan untuk menyelesaikan secara final berbagai isu yang memicu perang.

Peskov juga menyatakan bahwa Ukraina dinilai belum menunjukkan komitmen serius dalam upaya penyelesaian damai, dengan menilai sikap Kyiv sebagai kurang bersungguh-sungguh. Ia menekankan bahwa Rusia menginginkan solusi yang nyata, bukan sekadar diplomasi kosong yang tidak menghasilkan perubahan substantif. Dalam konteks yang sama, media AS seperti Axios melaporkan bahwa kunjungan Ratcliffe ke Moskow juga bertujuan untuk membahas potensi dialog antarkepala negara, termasuk kemungkinan pertemuan dengan Trump.

Laporan lain dari Wall Street Journal menyebut bahwa Ratcliffe juga hadir untuk menyampaikan peringatan kepada Kremlin agar tidak menyerang anggota NATO, menyusul temuan intelijen AS yang menunjukkan Rusia mungkin sedang menguji keberatan aliansi melalui serangan terbatas, baik secara siber maupun militer skala kecil. Namun, Trump membantah bahwa misi Ratcliffe mencakup peringatan tersebut, menyebut kunjungan itu sebagai bagian dari rutinitas biasa, dan menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah mendorong berakhirnya perang di Ukraina.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya