Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Saham BUMN Dorong IHSG Melesat 4,16%

Indeks saham naik 4,16% atau 208 poin setelah emiten BUMN utama menguat signifikan, didorong kinerja sektoral dan kebijakan baru BEI terkait konsentrasi kepemilikan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 15.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 70x dibuka
Saham BUMN Dorong IHSG Melesat 4,16%📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak positif tajam pada perdagangan sesi pertama Selasa (20/10/2026), melonjak 4,16% atau 208,018 poin ke level 5.204,627. Kenaikan ini menjadi respons terhadap tekanan jual sebelumnya yang dipicu kekhawatiran atas potensi penurunan status pasar saham Indonesia oleh MSCI. Pergerakan bursa kini menunjukkan kecenderungan pemulihan, didukung oleh penguatan emiten milik negara yang menjadi penopang utama kenaikan indeks.

Empat emiten BUMN menjadi pendorong utama kenaikan IHSG, menyumbang total 84 poin atau sekitar 40% dari seluruh kenaikan hari ini. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi kontributor terbesar dengan kontribusi 30,93 poin, mencatat harga saham Rp2.750. Diikuti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang menyumbang 23,91 poin di harga Rp3.660, serta PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dengan kontribusi 22,10 poin pada harga Rp2.010. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menyumbang 7,23 poin di level Rp3.180.

Sektor keuangan menjadi penopang utama dengan kenaikan 5,19%, diikuti utilitas yang melonjak 6,69%, energi naik 1,75%, dan teknologi meningkat 1,17%. Pergerakan pasar juga menunjukkan keseimbangan yang lebih sehat, dengan 633 saham menguat, 124 saham melemah, dan 161 saham stagnan. Volume perdagangan mencapai 38,68 miliar saham, menunjukkan tingginya aktivitas investor.

BEI merespons kekhawatiran pasar dengan mengumumkan dua langkah kebijakan baru pada Senin (19/10/2026). Pertama, informasi kepemilikan saham di atas 1% akan dilengkapi data afiliasi pemegang saham. Kedua, saham yang termasuk dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC) akan dikeluarkan dari perhitungan IHSG, dengan efektivitas yang akan diumumkan lebih lanjut. Langkah ini menunjukkan komitmen terhadap transparansi dan stabilitas pasar.

Pelaku pasar kini fokus pada respons pemerintah, Bursa Efek Indonesia, Danantara, serta arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan pengawasan di pasar modal. Kenaikan IHSG hari ini bukan hanya hasil dari kinerja emiten, tetapi juga refleksi dari langkah-langkah strategis yang diambil untuk menjaga kredibilitas dan daya tarik pasar saham Indonesia di mata global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya