Saham JARR Anjlok Setelah Gadai 100% Kepemilikan ke Bank Mandiri
Harga saham JARR turun 4,56% menjadi Rp2.930 per saham setelah pemegang saham pengendali gadai seluruh sahamnya ke Bank Mandiri sebagai jaminan kredit.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 12.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pada sesi perdagangan pertama hari Jumat (9/10/2026), saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR) mengalami penurunan signifikan, menyentuh level Rp2.930 per saham atau turun Rp140 dari posisi sebelumnya. Penurunan tersebut terjadi menyusul pengumuman adanya transaksi gadai saham oleh PT Eshan Agro Sentosa, pemegang saham pengendali JARR. Sebanyak 7.997.556.204 lembar saham, setara 100% dari total kepemilikan, digadaikan sebagai jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh afiliasi perusahaan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Transaksi gadai saham ini telah terealisasi pada 30 September 2026 dan telah dicatat dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia. Dalam keterangan resmi, manajemen JARR menegaskan bahwa meskipun seluruh saham pengendali dijadikan jaminan, tidak terjadi perubahan dalam struktur pengendalian perusahaan. PT Eshan Agro Sentosa tetap dipandang sebagai pemegang kendali dan bagian dari kelompok yang terorganisasi dalam struktur perusahaan.
Kapasitas pasar JARR saat ini tercatat sebesar Rp27,05 triliun, dengan rasio harga terhadap laba (PE ratio) mencapai 101,29 kali. Dalam periode 52 pekan terakhir, pergerakan harga saham JARR berada dalam rentang Rp1.155 hingga Rp9.600 per saham, menunjukkan volatilitas yang tinggi dalam dinamika pasar. Namun, manajemen menegaskan bahwa transaksi tersebut tidak memengaruhi jumlah modal ditempatkan maupun modal disetor perusahaan, sehingga tidak menimbulkan dilusi kepemilikan.
Direksi JARR menegaskan bahwa prosedur gadai saham telah dilakukan secara wajar dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tujuan utama dari transaksi ini adalah untuk memperkuat posisi likuiditas afiliasi melalui fasilitas kredit yang diperoleh dari Bank Mandiri. Dengan demikian, manajemen tetap optimistis bahwa transaksi tidak akan berdampak negatif terhadap operasional atau stabilitas perusahaan dalam jangka panjang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Penerimaan Pajak Capai Rp1,6 Puluhan Triliun di Pertengahan Tahun
Realisasi penerimaan pajak hingga September 2026 mencapai Rp1,607 triliun, tumbuh 24,1% dari tahun sebelumnya, didorong efektivitas sistem Coretax dan kenaikan aktivitas ekonomi.
9 Oktober 2026

PNBP Capai 107,2% Target, Didorong Surplus BI dan Penindakan Hutan
Setoran penerimaan negara bukan pajak (PNBP) hingga September 2026 sudah melampaui target nasional sebesar 107,2%, didukung oleh surplus Bank Indonesia dan hasil penindakan Satgas PKH.
9 Oktober 2026

Emas Picu Lonjakan Inflasi Inti, Pemerintah Soroti Permintaan Domestik
Inflasi inti September 2026 mencapai 2,84% yoy, dengan emas perhiasan jadi pemicu utama, namun peningkatan permintaan domestik tetap menjadi kunci di balik tekanan harga.
9 Oktober 2026

Pajak Rokok Dialokasikan untuk Penegakan Hukum Bea dan Cukai
Pemerintah resmi mengalokasikan 2,5% penerimaan pajak rokok untuk penegakan hukum di bidang kepabeanan dan cukai berdasarkan PMK 70/2026.
9 Oktober 2026
Berita Lainnya

Rokok Varian Baru Mulai Beredar di Kota Kendari
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

PT Ceria Nugraha Indotama Kolaborasi dengan Universitas 19 November dalam Pendidikan
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

Warung Makan Sop Saudara di Kota Una-Una
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

Antrian BBM di Kabupaten Konawe Pondoideaha
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

Antrian Mobil Truk Menanti Pengisian Solar di SPBU Pondidaha, Konawe
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA
Tempat Nongkrong Paling Asik di Kota Kendari
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.35 WITA

Nomor Paspor Tetap Seumur Hidup Mulai 2027
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.11 WITA

Maung Garuda Resmi Diluncurkan sebagai Mobil Dinas Menteri
Jumat, 9 Oktober 2026, 12.10 WITA

