Satgas P2BBL Diresmikan untuk Hentikan Penyelundupan Benih Lobster
Pemerintah resmi meluncurkan Satgas P2BBL untuk menekan penyelundupan benih lobster ilegal yang merugikan negara hingga Rp40 triliun per tahun.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 23.18 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 102x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah telah meluncurkan Satuan Tugas Pemberantasan Pengeluaran Benih Bening Lobster Keluar Negeri Secara Ilegal (Satgas P2BBL) sebagai respons terhadap maraknya praktik penyelundupan yang mengancam stabilitas ekonomi sektor kelautan. Peresmian ini dilakukan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 69 Tahun 2026, yang menekankan pentingnya koordinasi antarlembaga dalam pencegahan, penindakan, dan pengawasan aliran benih lobster ke luar wilayah negara.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa keberhasilan penegakan hukum bergantung pada kolaborasi lintas sektor, termasuk kementerian, lembaga, dan aparat penegak hukum. Ia menekankan bahwa benih lobster bukan sekadar komoditas ekspor, melainkan aset strategis yang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya di dalam negeri. “Kita harus menghentikan kebocoran sumber daya ini agar benih lobster Indonesia benar-benar menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” ujarnya.
Kebijakan ini diperkuat oleh Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur bahwa penangkapan benih lobster hanya diperbolehkan untuk kegiatan budidaya dalam negeri. Langkah ini bertujuan mencegah eksploitasi komoditas berharga yang berdampak pada hilangnya nilai tambah bagi negara. Penyelundupan ke negara seperti Vietnam diperkirakan menyebabkan kerugian negara mencapai Rp30 triliun hingga Rp40 triliun per tahun, sekaligus menghambat pencapaian target Nilai Tukar Nelayan dan Pembudidaya Ikan yang ditetapkan pada angka 120.
Dengan potensi produksi benih lobster nasional mencapai 465,8 juta ekor setiap tahun—tersebar di wilayah Nusa Tenggara Barat, pesisir selatan Jawa, dan Sumatra—pemerintah optimistis bahwa pengelolaan yang terpadu dan penegakan hukum yang konsisten akan mampu mengoptimalkan sumber daya laut. Satgas P2BBL diharapkan menjadi alat utama dalam menjaga keberlanjutan budidaya dan memastikan bahwa manfaat ekonomi dari lobster tetap berada di dalam negeri.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Hakim Batalkan Vonis Kartel Bunga, AFPI Soroti Kepatuhan Regulator
Putusan pengadilan membatalkan dakwaan kartel bunga terhadap platform pinjaman daring, dengan menilai kepatuhan terhadap arahan OJK sebagai dasar operasional yang sah.
24 Oktober 2026

Vila Eks Hitler di Alpen Terbakar, Satu Tersangka Ditahan
Sebuah bangunan bersejarah milik Adolf Hitler di pegunungan Alpen terbakar, dengan satu orang ditangkap dan penyelidikan masih berlangsung.
24 Oktober 2026

Unjuk Rasa Massal Guncang Prancis, 135 Orang Ditangkap
Aksi protes besar-besaran di berbagai kota Prancis menewaskan 135 orang ditangkap, menyusul kemarahan sosial terhadap kebijakan pemerintah dan aksi kongres partai sayap kanan.
24 Oktober 2026

Pimpinan CTIF di Singapura Tekankan Kolaborasi Intelijen Anti-Terorisme
Mayjen TNI Rio Firdianto memimpin rapat CTIF Council di Singapura, perkuat sinergi intelijen sembilan negara hadapi ancaman terorisme sekaligus peringati lima tahun berdirinya fasilitas kolaborasi tersebut.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

