Sekolah di Timor Leste Tutup Sementara Akibat Asap Karhutla Indonesia
Pemerintah Timor Leste menutup sekolah nasional selama tiga hari untuk melindungi kesehatan peserta didik dan tenaga pendidik akibat kualitas udara memburuk akibat asap kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 12.07 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 36x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah Timor Leste memutuskan menutup seluruh aktivitas sekolah secara nasional mulai Kamis (15/10), menyusul penurunan drastis kualitas udara akibat asap dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Indonesia. Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipatif guna menghindari dampak kesehatan yang lebih serius, khususnya pada anak-anak dan kelompok rentan. Kementerian Pendidikan dan Kementerian Administrasi Negara menyatakan bahwa penutupan bersifat sementara dan akan dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi udara.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Rabu (14/10), pemerintah menekankan pentingnya menjaga kesehatan masyarakat, terutama di lingkungan pendidikan. Mereka mengimbau seluruh keluarga untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi anak-anak, dan menggunakan alat pelindung pernapasan jika harus keluar rumah. Upaya ini menjadi bagian dari respons terhadap krisis lingkungan lintas batas yang kian mengancam kesehatan publik.
Kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia telah menyebar ke sejumlah negara tetangga, termasuk Singapura, Malaysia, dan Filipina. Di Singapura, Badan Lingkungan Hidup Nasional mencatat tingkat polusi udara di wilayah barat mencapai kategori "sangat tinggi" pada hari yang sama. Pemerintah setempat telah mulai mendistribusikan masker N95 kepada warga yang memenuhi kriteria tertentu untuk melindungi pernapasan.
Malaysia juga mengalami penurunan kualitas udara dalam beberapa pekan terakhir, dengan kondisi tidak sehat yang berkepanjangan. Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, mengungkapkan pihaknya telah memulai dialog dengan otoritas Indonesia untuk membahas kerja sama penanganan asap lintas batas. Ia menyatakan bahwa bentuk kerja sama yang akan dibangun akan disesuaikan dengan hasil diskusi, namun proses koordinasi telah dimulai secara aktif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Gubernur Kalteng lakukan penanaman pohon di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan sebagai bagian dari rehabilitasi lingkungan dan ajakan bersama jaga kelestarian alam.
24 Oktober 2026

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman meninjau program BSPS di Cengkareng untuk memastikan bantuan bedah rumah sampai tepat sasaran kepada masyarakat berpenghasilan rendah.
24 Oktober 2026

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Pemerintah dan Pertamina memastikan kesiapan operasional Kilang RDMP Balikpapan dengan progres 99 persen, demi menjaga keandalan pasokan energi nasional.
24 Oktober 2026

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Menteri Pertanian menekankan perlunya perbaikan rantai pasok pangan untuk mengatasi disparitas harga antara peternak dan konsumen di tengah ancaman iklim ekstrem.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

