Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Sekretaris Pers Trump Diberhentikan Setelah Lima Hari

Katie Zacharia, yang baru dilantik sebagai sekretaris pers presiden AS, dihentikan kerja setelah lima hari karena kinerja yang mengecewakan dan munculnya ketidakakuratan informasi terkait latar belakangnya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 118x dibuka
Sekretaris Pers Trump Diberhentikan Setelah Lima Hari📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Katie Zacharia, yang baru saja menjabat sebagai juru bicara Gedung Putih dalam masa awal pemerintahan Presiden Donald Trump, harus mengundurkan diri pada Jumat, hanya lima hari setelah dilantik. Keputusan ini mencatatkan salah satu peristiwa paling cepat dalam sejarah perubahan staf tingkat tinggi di Gedung Putih, menandai ketidakstabilan awal dalam komunikasi publik pemerintahan. Peristiwa ini terjadi setelah ia menghadiri sesi konferensi pers pertamanya yang tergolong singkat dan tidak efektif.

Dalam sesi tersebut, Zacharia lebih banyak membacakan naskah daripada menjawab pertanyaan jurnalis, menutup sesi hanya dalam waktu lima setengah menit. Hal ini memicu kritik dari media dan analis politik, yang menyoroti kurangnya kesiapan dan keterampilan komunikasi publiknya. Lebih lanjut, muncul kontroversi terkait pernyataan Presiden Trump yang menyebutnya sebagai pengacara, padahal Zacharia tidak lulus ujian profesi advokat, sehingga tidak memiliki izin praktik hukum.

Kendati berusaha memperbaiki citra lewat wawancara media pasca-insiden, tampilan Zacharia justru memperkuat kesan tidak siap menghadapi tekanan kerja di lingkungan Washington. Ia mengakui belum sepenuhnya siap menghadapi media besar, tetapi penjelasan tersebut tidak cukup meyakinkan publik maupun tim senior Gedung Putih. Kegagalan ini menunjukkan tantangan besar dalam memilih figur yang mampu membangun kepercayaan publik dalam posisi strategis.

Pemberhentian Zacharia menjadi peringatan tentang pentingnya kesiapan, integritas, dan kemampuan komunikasi dalam jabatan publik tingkat tinggi. Keputusan ini juga mencerminkan sikap tegas Gedung Putih dalam menjaga standar representasi institusi, terlepas dari latar belakang politik atau popularitas individu.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya