Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Serangan Houthi ke Istana Presiden Aden Tewaskan Lima Orang

Serangan milisi Houthi ke kantor kepresidenan di Aden menewaskan lima orang, termasuk dua pengawal perdana menteri, sementara 16 lainnya luka-luka.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 17.53 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 56x dibuka
Serangan Houthi ke Istana Presiden Aden Tewaskan Lima Orang📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Milisi Houthi melakukan serangan berat terhadap kantor kepresidenan Yaman di Aden, Al Maashiq, pada Kamis (15/10), menewaskan lima warga sipil dan petugas keamanan. Menurut laporan resmi dari Kementerian Kesehatan pemerintah Yaman, sebanyak 16 orang lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan dan tembakan. Dua di antara korban tewas merupakan pengawal pribadi perdana menteri, yang menjadi fokus perhatian publik atas keterlibatan mereka dalam insiden tersebut.

Kantor kepresidenan yang menjadi sasaran merupakan lokasi strategis dan simbol kekuasaan pemerintah Yaman yang didukung oleh koalisi pimpinan Saudi. Serangan tersebut dilakukan dengan lima rudal yang ditembakkan ke area kantor pusat pemerintahan. Setelah serangan, asap tebal terlihat membumbung tinggi dari sekitar gedung, mengindikasikan kerusakan signifikan pada struktur bangunan.

Saksi mata dari wilayah tersebut, termasuk jurnalis Al Jazeera yang berada di lokasi, melaporkan terdengarnya ledakan beruntun di sekitar istana. Mereka menyebut ini merupakan serangan pertama Houthi terhadap pusat pemerintahan yang didukung Saudi, menandai eskalasi baru dalam konflik yang telah berlangsung bertahun-tahun. Kepala informasi pemerintah Yaman, Moammar Al Eryani, menegaskan bahwa serangan ini merupakan bentuk ancaman terhadap stabilitas negara.

Kondisi keamanan kini semakin memburuk di seluruh wilayah Yaman, dengan masyarakat mulai merasa cemas dan ketakutan akibat intensifikasi pertempuran. Serangan tersebut terjadi dalam konteks pertarungan berkepanjangan antara Houthi dan koalisi yang dipimpin Saudi, yang mencakup pasukan pemerintah Yaman dan militer Arab Saudi. Dalam beberapa hari terakhir, kedua belah pihak saling menyerang, dengan Houthi menargetkan infrastruktur penting di wilayah yang dikuasai koalisi, termasuk bandara internasional dan fasilitas minyak.

Serangan ke Aden menambah daftar kekerasan yang mengguncang Yaman, termasuk insiden pekan lalu di bandara yang menewaskan 13 orang dan melukai ratusan lainnya. Kini, fokus dunia internasional semakin tertuju pada kemungkinan perluasan konflik dan dampak humaniter yang meluas, terutama terhadap warga sipil yang tidak terlibat langsung dalam konflik bersenjata.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya