Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Stok BBM Subsidi Turun, Pertamina dan Pemerintah Imbau Warga Bijak Belanja

Pemerintah dan Pertamina memastikan stok BBM bersubsidi masih aman meski turun ke level 16–18 hari, imbau masyarakat beli sesuai kebutuhan untuk hindari antrean panjang.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 23.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 24x dibuka
Stok BBM Subsidi Turun, Pertamina dan Pemerintah Imbau Warga Bijak Belanja📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pertamina Patra Niaga kembali menegaskan pentingnya perilaku konsumsi yang rasional dalam mengakses bahan bakar minyak bersubsidi. Dalam kondisi peningkatan permintaan dan pergeseran pola konsumsi dari BBM non-subsidi ke jenis Pertalite, perusahaan meminta masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan atau menimbun bahan bakar. Upaya ini dimaksudkan agar distribusi tetap merata dan tidak terjadi kelangkaan di daerah tertentu.

Peningkatan konsumsi Pertalite terjadi di sejumlah wilayah strategis seperti Surabaya, Malang, Kediri, Blitar, Tulungagung, Banyuwangi, dan Bondowoso, sejalan dengan pergeseran preferensi pengguna yang beralih ke jenis BBM dengan harga lebih terjangkau. Kendala operasional, termasuk keterlambatan kapal pengangkut, turut memengaruhi distribusi. Untuk merespons hal tersebut, Pertamina mempercepat ritase mobil tangki dan memprioritaskan pengiriman ke SPBU dengan stok kritis, sambil melakukan pengaturan antrean bersama pihak terkait.

Di Bali, sebagai respons atas antrean panjang di SPBU, layanan Pertamina Delivery Service (PDS) diperluas untuk menjangkau konsumen secara langsung. Koordinasi intensif terus dilakukan dengan pemerintah daerah dan aparat kepolisian guna memastikan penyaluran BBM tetap lancar. Upaya ini dijalankan secara menyeluruh untuk mencegah kegaduhan dan menjaga ketersediaan bahan bakar di wilayah rawan antrean.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa stok BBM RON 90 (Pertalite) saat ini berada pada level 16 hingga 18 hari, sedikit di bawah batas normal 20 hari. Penurunan ini disebabkan oleh pergeseran konsumsi dari RON 92 dan RON 95 ke RON 90 karena selisih harga yang signifikan. Namun, ia menegaskan bahwa kondisi ini tidak menandakan kekurangan pasokan, karena stok solar, RON 92, RON 95, dan RON 98 tetap dalam posisi aman.

Pemerintah optimistis mampu kembali memperkuat stok nasional hingga mencapai ambang ideal 20 hari dalam waktu satu minggu. Dengan pengelolaan stok yang terus dipantau secara ketat di kilang maupun SPBU, ketersediaan BBM secara nasional tetap terjamin. Masyarakat diminta tetap tenang dan membeli sesuai kebutuhan agar distribusi berjalan optimal tanpa tekanan berlebihan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya