Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Surplus Dagang dan NTP 131 Jadi Fondasi Pemerintahan Prabowo

Pemerintah menyebut surplus perdagangan US$7,25 miliar dan NTP 131 menjadi modal kuat untuk memperkuat ekspor dan kesejahteraan masyarakat di dua tahun pemerintahan Prabowo.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 15.47 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 38x dibuka
Surplus Dagang dan NTP 131 Jadi Fondasi Pemerintahan Prabowo📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan sebesar US$7,25 miliar pada periode Januari hingga Agustus 2026, diiringi kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) menjadi 131, menunjukkan kinerja ekonomi yang stabil di tengah tantangan global. Pencapaian ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD, Tangerang, sebagai fondasi strategis untuk memperkuat sektor ekspor dan meningkatkan kesejahteraan petani serta nelayan.

Pertumbuhan ekonomi nasional pada semester pertama tahun ini mencapai 5,45%, didukung oleh ekspor yang tumbuh 4,74% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencapai total US$193,64 miliar. Angka ini menjadi bukti bahwa sektor perdagangan terus menunjukkan ketahanan dan daya tahan, bahkan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Zulhas menekankan pentingnya penguatan ekspor sebagai motor pertumbuhan, yang berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat.

Ia menyoroti peran TEI sebagai platform penting dalam memperluas akses pasar internasional, khususnya ke wilayah nontradisional seperti Afrika, Amerika Latin, Asia Selatan, dan Eropa Timur. Pemerintah mendorong eksportir untuk memanfaatkan perjanjian perdagangan yang telah berlaku serta meningkatkan promosi produk melalui perwakilan di luar negeri. Di samping itu, akses pasar harus diimbangi dengan kemudahan prosedur ekspor dan dukungan pembiayaan, terutama bagi pelaku usaha mikro dan menengah yang sedang berkembang.

Upaya hilirisasi sumber daya alam menjadi prioritas utama untuk meningkatkan nilai tambah dalam negeri. Pemerintah juga membuka peluang kerja sama strategis di bidang investasi, transisi energi, dan digitalisasi sebagai fondasi perekonomian berkelanjutan. Dalam sektor pangan, kenaikan NTP dari 116 pada 2024 menjadi 131 tahun ini menjadi indikator positif, yang perlu dipertahankan melalui peningkatan produktivitas dan pengembangan nilai tambah di sektor pertanian dan perikanan.

Zulhas menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan daerah merupakan kunci utama dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Ia mengapresiasi para penerima penghargaan Primaniyarta, Primaduta, serta kepala daerah dan perwakilan yang turut berkontribusi dalam percepatan ekspor. Ia berharap peserta TEI dapat menunjukkan produk unggulan, memberikan layanan responsif, dan menjamin kesiapan produksi demi mendorong kerja sama jangka panjang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya