Susu Kambing Dikampanyekan sebagai Pangan Bergizi dan Peluang Ekonomi
Kemenko Pangan memperkenalkan susu kambing sebagai alternatif protein hewani bernilai tinggi melalui ajang pameran nasional, menekankan manfaat gizi, daya cerna, dan potensi ekspor ke pasar global.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 23.16 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 70x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Koordinator Bidang Pangan menghadirkan susu kambing sebagai solusi pangan berkelanjutan dalam perhelatan Trade Expo Indonesia 2026, dengan fokus pada edukasi publik dan penguatan ekosistem peternakan rakyat. Melalui kegiatan interaktif di anjungan resmi, pihak kementerian memperkenalkan komoditas ini sebagai pilihan nutrisi yang mudah dicerna dan kaya gizi, sekaligus menjawab kebutuhan diversifikasi protein hewani di tengah tuntutan ketahanan pangan nasional.
Promosi dilakukan dengan pendekatan edukatif, mencakup talkshow, penyajian produk olahan, serta dialog langsung dengan peternak dan pelaku usaha. Pengunjung berkesempatan mencicipi tiga produk unggulan, termasuk susu kambing herbal dari Etawalin, susu krim Capriva tanpa maltodextrin dan pengawet, serta susu segar Mendha Milk dari Banyumas, yang menegaskan kualitas dan keaslian produk lokal.
Minat dari luar negeri terlihat dari kunjungan misi dagang Nigeria yang menyatakan ketertarikan terhadap kualitas dan potensi susu kambing Indonesia. Kebijakan ini dibuka sebagai peluang ekspor ke kawasan Afrika, terutama negara-negara di Afrika Utara dan Timur yang memiliki tradisi konsumsi ruminansia kecil serta permintaan tinggi pada momen keagamaan. Kehadiran susu kambing Indonesia di pasar global diharapkan mendorong nilai tambah peternakan lokal.
Peningkatan produktivitas dan kualitas induk kambing perah menjadi fokus strategis, didukung oleh program penguatan rantai pasok dan akses pasar. Karsan, Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian, menegaskan bahwa pemerintah akan mendukung inovasi produksi dan pengolahan agar masyarakat semakin akrab dengan konsumsi susu kambing. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem pangan yang beragam, bergizi, dan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sekjen D-8 tegaskan peran strategis negara anggota dalam menjaga stabilitas global dan memperkuat kerja sama ekonomi melalui transformasi hijau dan digital.
24 Oktober 2026

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Monako meraih posisi teratas dalam indeks tempat tinggal terbaik dunia 2026 berdasarkan evaluasi lima aspek kunci, termasuk kualitas hidup dan keamanan.
24 Oktober 2026

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Transmart menggelar Full Day Sale pada 25 Oktober 2026 dengan diskon hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit Bank Mega, Mega Syariah, dan Mandiri.
24 Oktober 2026

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Di Glodok, Jakarta Barat, mayoritas kipas angin merek lokal dirakit dalam negeri, tetapi sebagian besar komponennya berasal dari China, didukung harga kompetitif dan kebutuhan industri.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

