Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Tambak Udang Raksasa NTT Siap Beroperasi 2028

Pemerintah membangun tambak udang terintegrasi seluas 2.150 hektare di Waingapu, NTT, dengan target operasional awal 2028 dan investasi Rp7,2 triliun.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 16.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Tambak Udang Raksasa NTT Siap Beroperasi 2028📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah tengah mewujudkan proyek tambak udang terintegrasi (ISF) berukuran luas di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, dengan total area mencapai 2.150 hektare. Proyek ini menempati wilayah Waingapu dan dijadwalkan mulai beroperasi pada awal 2028, setelah pembangunan fisik selesai pada akhir 2027. Fokus utama proyek ini adalah mendorong pemerataan pembangunan ekonomi di wilayah timur Indonesia melalui sektor perikanan.

Sebanyak 1.361 hektare dari total lahan digunakan untuk area tambak dan fasilitas penunjang, termasuk sistem pengolahan air limbah, kolam budidaya, dan tandon. Hingga 29 Juli 2026, progres fisik telah mencapai 10%, dengan dukungan lebih dari 300 unit alat berat dan partisipasi aktif tenaga kerja lokal. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat basis produksi perikanan nasional secara berkelanjutan.

Nilai investasi proyek mencapai US$500 juta atau setara Rp7,2 triliun, yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur pendukung. ISF Waingapu diharapkan mampu menghasilkan 52.800 ton udang setiap tahun, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor. Selain itu, proyek ini diperkirakan meningkatkan pendapatan nelayan hingga Rp20,6 triliun per tahun, menambah PNBP sektor perikanan sebesar Rp1,8 triliun, serta mendorong peningkatan produksi perikanan tangkap hingga 2,3 juta ton per tahun.

Proyek ini juga ditargetkan menyerap tenaga kerja hingga 7.000 orang dari seluruh rantai industri, mulai dari pembangunan hingga pengelolaan dan pemasaran. Kehadiran ISF di Waingapu diharapkan menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal melalui kemandirian sektor perikanan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya