Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Aliran Modal Asing Capai Rp141,6 Triliun, Purbaya Soroti Kestabilan Fiskal

Kenaikan aliran modal asing sebesar Rp141,6 triliun pada September 2026 mencerminkan kepercayaan global terhadap stabilitas ekonomi dan fiskal Indonesia, yang tetap terjaga meski di tengah tekanan global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 15.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Aliran Modal Asing Capai Rp141,6 Triliun, Purbaya Soroti Kestabilan Fiskal📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Keuangan melaporkan aliran modal masuk ke Indonesia mencapai Rp141,6 triliun pada 11 September 2026, menunjukkan kepercayaan yang kuat dari investor global terhadap kondisi ekonomi domestik. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa tren ini didukung oleh penilaian positif dari lembaga pemeringkat internasional, termasuk S&P Global dengan peringkat BBB dan outlook stabil, serta Lianhe Ratings Global yang memberikan peringkat AAA dengan outlook stabil.

Kinerja perekonomian yang solid menjadi dasar utama dari kepercayaan tersebut. Purbaya menekankan bahwa meskipun menghadapi gejolak ekonomi global, APBN tetap berfungsi sebagai penyerap risiko, agen pembangunan, dan menjamin keberlanjutan kebijakan fiskal. Ia menyoroti bahwa defisit anggaran tetap dalam batas kendali, berada di angka 0,91 persen terhadap PDB hingga akhir Juli 2026, dan stabil pada angka serupa pada akhir Agustus.

Pertumbuhan ekonomi pada semester pertama 2026 mencatatkan angka 5,45 persen, menunjukkan momentum pemulihan yang konsisten. Inflasi pada Agustus 2026 tercatat 3,19 persen secara tahunan, berada dalam target yang terkendali. Sementara itu, neraca perdagangan Januari-Juli 2026 membukukan surplus sebesar US$3,7 miliar, didukung oleh cadangan devisa yang mencapai US$146,5 miliar per bulan Agustus.

Purbaya menegaskan bahwa semua indikator ekonomi utama menunjukkan keseimbangan yang sehat, baik dari sisi pendapatan maupun belanja negara. Peningkatan pendapatan negara sebesar 21,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menunjukkan efisiensi dan kualitas penerimaan yang meningkat. Dengan hal ini, pemerintah yakin dapat menjaga stabilitas makroekonomi tanpa mengorbankan investasi dan kesejahteraan rakyat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya