Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Target Bebas Sampah 2029, Pemerintah Dorong Pemilahan Sampah dari Rumah

Pemerintah menargetkan penanganan sampah nasional mencapai 70–80 persen pada 2029 melalui kolaborasi pembangunan fasilitas energi dari sampah dan perubahan kebiasaan masyarakat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 15.41 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 133x dibuka
Target Bebas Sampah 2029, Pemerintah Dorong Pemilahan Sampah dari Rumah📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah kembali menegaskan komitmen menyelesaikan krisis sampah nasional dengan target pencapaian 70 hingga 80 persen pada tahun 2029. Upaya ini tidak hanya mengandalkan infrastruktur, tetapi juga memperkuat peran masyarakat melalui gerakan pemilahan sampah sejak di rumah. Pernyataan tersebut disampaikan dalam kesempatan Apel Siaga Jaga Jakarta Pilah Sampah di Monas, yang diikuti sekitar 15 ribu peserta dari berbagai lapisan masyarakat, pemerintah, komunitas, dan relawan lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, pejabat tinggi menyatakan bahwa penanganan sampah bukan tanggung jawab pemerintah semata, tetapi harus menjadi tanggung jawab bersama. “Tanpa perubahan perilaku masyarakat, pembangunan fasilitas teknologi pun akan terhambat. Kunci utamanya adalah memilah sampah dari sumbernya,” ujar tokoh yang memimpin koordinasi bidang pangan. Dengan memilah, sampah organik dapat diolah menjadi pupuk, sementara material anorganik bisa didaur ulang dan bernilai ekonomi.

Pemerintah saat ini tengah mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di 30 lokasi prioritas. Lokasi-lokasi ini dipilih berdasarkan volume sampah harian yang melebihi 1.000 ton, khususnya di kawasan perkotaan atau aglomerasi. Sebanyak 12 lokasi telah memasuki tahap pemilihan mitra melalui Danantara, dengan target operasional pada 2028. Tiga lokasi lainnya segera dilakukan groundbreaking dalam waktu dekat.

Kebijakan ini merupakan bagian dari reformasi menyeluruh dalam sistem pengelolaan sampah nasional. Namun, keberhasilan tidak hanya bergantung pada teknologi, melainkan juga pada budaya masyarakat yang sadar lingkungan. “Pembangunan fasilitas dan perubahan perilaku harus berjalan sejalan,” tegas pejabat tersebut. Dengan pendekatan ini, diharapkan Indonesia mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, serta berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya