Target Bebas Sampah 2029, Pemerintah Dorong Pemilahan Sampah dari Rumah
Pemerintah menargetkan penanganan sampah nasional mencapai 70–80 persen pada 2029 melalui kolaborasi pembangunan fasilitas energi dari sampah dan perubahan kebiasaan masyarakat.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 15.41 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 133x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah kembali menegaskan komitmen menyelesaikan krisis sampah nasional dengan target pencapaian 70 hingga 80 persen pada tahun 2029. Upaya ini tidak hanya mengandalkan infrastruktur, tetapi juga memperkuat peran masyarakat melalui gerakan pemilahan sampah sejak di rumah. Pernyataan tersebut disampaikan dalam kesempatan Apel Siaga Jaga Jakarta Pilah Sampah di Monas, yang diikuti sekitar 15 ribu peserta dari berbagai lapisan masyarakat, pemerintah, komunitas, dan relawan lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, pejabat tinggi menyatakan bahwa penanganan sampah bukan tanggung jawab pemerintah semata, tetapi harus menjadi tanggung jawab bersama. “Tanpa perubahan perilaku masyarakat, pembangunan fasilitas teknologi pun akan terhambat. Kunci utamanya adalah memilah sampah dari sumbernya,” ujar tokoh yang memimpin koordinasi bidang pangan. Dengan memilah, sampah organik dapat diolah menjadi pupuk, sementara material anorganik bisa didaur ulang dan bernilai ekonomi.
Pemerintah saat ini tengah mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di 30 lokasi prioritas. Lokasi-lokasi ini dipilih berdasarkan volume sampah harian yang melebihi 1.000 ton, khususnya di kawasan perkotaan atau aglomerasi. Sebanyak 12 lokasi telah memasuki tahap pemilihan mitra melalui Danantara, dengan target operasional pada 2028. Tiga lokasi lainnya segera dilakukan groundbreaking dalam waktu dekat.
Kebijakan ini merupakan bagian dari reformasi menyeluruh dalam sistem pengelolaan sampah nasional. Namun, keberhasilan tidak hanya bergantung pada teknologi, melainkan juga pada budaya masyarakat yang sadar lingkungan. “Pembangunan fasilitas dan perubahan perilaku harus berjalan sejalan,” tegas pejabat tersebut. Dengan pendekatan ini, diharapkan Indonesia mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, serta berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Gubernur Kalteng lakukan penanaman pohon di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan sebagai bagian dari rehabilitasi lingkungan dan ajakan bersama jaga kelestarian alam.
24 Oktober 2026

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman meninjau program BSPS di Cengkareng untuk memastikan bantuan bedah rumah sampai tepat sasaran kepada masyarakat berpenghasilan rendah.
24 Oktober 2026

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Pemerintah dan Pertamina memastikan kesiapan operasional Kilang RDMP Balikpapan dengan progres 99 persen, demi menjaga keandalan pasokan energi nasional.
24 Oktober 2026

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Menteri Pertanian menekankan perlunya perbaikan rantai pasok pangan untuk mengatasi disparitas harga antara peternak dan konsumen di tengah ancaman iklim ekstrem.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

