Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Target Lifting Migas 2027 Ditetapkan di 1,56 Juta BOEPD

Pemerintah mengusulkan target produksi minyak dan gas nasional pada 2027 mencapai 1,56 juta barel setara minyak per hari, dengan realisasi hingga Juli 2026 baru mencapai 94,8% dari target minyak.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 23.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Target Lifting Migas 2027 Ditetapkan di 1,56 Juta BOEPD📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengusulkan target lifting migas pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 sebesar 1,56 juta barel setara minyak per hari (BOEPD). Rincian target mencakup produksi minyak bumi sebesar 612.500 barel per hari dan gas bumi sebesar 954.000 BOEPD. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan target tahun 2026 yang mencapai 1,59 juta BOEPD, menunjukkan penyesuaian realistis terhadap kondisi operasional dan dinamika pasar global.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa penetapan angka produksi tersebut bertujuan untuk memberikan arahan yang lebih terukur bagi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI, ia menyampaikan bahwa target tersebut dirancang untuk meningkatkan akuntabilitas dan kinerja operasional kontraktor. Ia juga menyoroti pentingnya pemantauan kinerja secara periodik, khususnya dari dua perusahaan yang paling jauh dari target realisasi.

Hingga 31 Juli 2026, realisasi produksi minyak, kondensat, dan NGL nasional mencapai 578.156 barel per hari, atau setara 94,8% dari target APBN 2026 sebesar 610.000 bph. Dari 20 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), dua perusahaan dominan—ExxonMobil Cepu Ltd dan PT Pertamina Hulu Rokan—menunjukkan kinerja paling menurun dibanding target. ExxonMobil Cepu mencatat produksi 124.266 bph dari target 148.500 bph (83,7%), sementara PHR hanya mampu mencapai 133.581 bph dari target 163.859 bph (81,5%).

Realisasi produksi gas bumi hingga Juli 2026 berada pada level rata-rata 6.544 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), masih di bawah target APBN 2026 sebesar 6.837 MMSCFD. Perbandingan dengan realisasi 2025—606,1 ribu bph minyak dan 6.753 MMSCFD gas—menunjukkan penurunan kinerja produksi pada tahun ini. Pemerintah juga mengusulkan alokasi Cost Recovery sebesar US$ 10,1 miliar untuk mendukung operasional hulu, serta mempertahankan asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) pada level US$ 75 per barel sebagai patokan dalam perencanaan keuangan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya