Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Telkom Percepat Buyback, Sisa Dana Masih Lebih dari Rp3 Triliun

Telkom mempercepat pelaksanaan buyback senilai maksimal Rp4 triliun, dengan sisa alokasi hingga Oktober 2026 masih melebihi Rp3 triliun.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 12.19 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 23x dibuka
Telkom Percepat Buyback, Sisa Dana Masih Lebih dari Rp3 Triliun📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perusahaan telekomunikasi nasional PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk telah mempercepat pelaksanaan program pembelian kembali saham (buyback) yang disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 8 Juni 2026. Program ini memiliki anggaran maksimal sebesar Rp4 triliun dan berlangsung dalam periode 12 bulan, mulai 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027. Hingga 19 Oktober 2026, sisa dana yang belum digunakan masih mencapai lebih dari Rp3 triliun, menunjukkan fleksibilitas dalam penyesuaian pelaksanaan sesuai kondisi pasar dan kebutuhan operasional perusahaan.

Keputusan pelaksanaan buyback didasarkan pada evaluasi ketat terhadap kondisi pasar, ketersediaan kas, serta kebutuhan investasi dan operasional perusahaan. Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen manajemen terhadap nilai intrinsik perusahaan, yang didukung oleh keyakinan terhadap fundamental bisnis dan prospek pertumbuhan jangka panjang. Ia menyatakan bahwa buyback menjadi bagian dari transformasi strategis TelkomGroup melalui roadmap TLKM 30, yang menekankan optimalisasi potensi bisnis dan peningkatan nilai perusahaan secara berkelanjutan.

Dalam konteks keuangan, buyback dilakukan menggunakan dana internal tanpa mengganggu kesehatan neraca perusahaan. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom, Angelo, menekankan pentingnya disiplin alokasi modal, di mana setiap keputusan dilakukan dengan mempertimbangkan arah strategis perusahaan. Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya mencerminkan kepercayaan terhadap kinerja internal, tetapi juga menjaga keseimbangan antara distribusi keuntungan kepada pemegang saham dan pemenuhan kebutuhan pertumbuhan jangka panjang.

Seiring dengan pergeseran model bisnis menuju struktur holding company, Telkom terus mempercepat penataan portofolio dan efisiensi operasional. Aksi buyback turut mendukung upaya memperkuat margin EBITDA dan mempercepat pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang untuk membangun perusahaan yang tangguh, transparan, dan berkelanjutan dalam mendorong transformasi digital nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya