Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

The Remarried Empress Siap Jadi Anime 2027

Webtoon romantis fantasi populer The Remarried Empress akan diadaptasi menjadi anime, seiring rencana tayang live-action di November 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 09.09 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 24x dibuka
The Remarried Empress Siap Jadi Anime 2027📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Proyek adaptasi anime The Remarried Empress resmi diumumkan setelah penayangan versi live-action yang dibintangi Shin Min-ah, Ju Ji-hoon, dan Lee Jong-suk dijadwalkan tayang perdana pada 4 November mendatang. Serial ini menjadi salah satu dari tiga judul webtoon yang dipilih untuk dikembangkan menjadi animasi, bersama The Boxer dan Teenage Mercenary, dalam kolaborasi strategis antara Line Digital Frontier (LDF), studio animasi Hayate, dan Crunchyroll.

Kemitraan ini menegaskan komitmen untuk menghadirkan karya webtoon global dalam bentuk animasi berkualitas tinggi, dengan Hayate bertanggung jawab atas pengembangan dan produksi, sementara Crunchyroll mendapatkan hak eksklusif penayangan di sejumlah wilayah. Pengumuman resmi disampaikan dalam ajang New York Comic Con, menarik antusiasme luas dari penggemar dunia.

The Remarried Empress, yang bercerita tentang dinamika rumit antara Permaisuri Navier dan Kaisar Sovieshu, menggambarkan konflik emosional dan politik dalam dunia kerajaan. Ketika kaisar jatuh cinta pada seorang budak yang melarikan diri, Navier memilih menyetujui pernikahan kembali dengan Putra Mahkota Heinrey, rival dari Kerajaan Barat, demi mempertahankan martabatnya. Cerita ini menggabungkan elemen romansa, intrik kekuasaan, dan drama keluarga yang mendalam.

Sejauh ini, webtoon tersebut telah mencatatkan lebih dari 3 miliar penayangan di seluruh dunia, menjadikannya salah satu karya paling sukses dalam genre romantis fantasi. Sementara itu, Teenage Mercenary telah dikonfirmasi mencapai 2,84 miliar views, dan The Boxer meraih 1,06 miliar penayangan, menunjukkan daya tarik global yang signifikan dari karya-karya tersebut.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya